Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1465-25-4

N-(1-Naphthyl)ethylenediamine Dihydrochloride TCI N0063

N-(1-Naphthyl)ethylenediamine Dihydrochloride TCI N0063

Identitas Kimia

No. CAS
1465-25-4
PubChem
CID 15106·SID 87573461
Rumus molekul
C12H16Cl2N2
Berat molekul
259.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(N)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N'-naphthalen-1-ylethane-1,2-diamine;dihydrochloride
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=CC=C2NCCN.Cl.Cl
InChIKey
MZNYWPRCVDMOJG-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0063 N-(1-Naphthyl)ethylenediamine Dihydrochloride (CAS 1465-25-4), yang umum disingkat NED, adalah reagen analitik klasik berbentuk garam dihidroklorida dengan rantai etilendiamina yang terikat pada inti naftalena. Senyawa ini paling dikenal sebagai komponen kopling pada reagen Griess untuk penentuan nitrit, salah satu metode kolorimetri paling mapan di dunia analisis. Dalam reaksi tersebut, nitrit mendiazotasi sulfanilamida atau asam sulfanilat, lalu garam diazonium yang terbentuk dikopling dengan NED menghasilkan zat warna azo berwarna merah keunguan yang intensitasnya sebanding dengan kadar nitrit dalam sampel.

Keunggulan yang membuat reagen ini bertahan selama puluhan tahun adalah kepekaan dan kestabilan warnanya. Bentuk garam dihidroklorida larut sangat baik dalam air sehingga larutan reagen mudah dibuat dan cepat homogen. Gugus amina alifatik pada rantai samping meningkatkan kelarutan sekaligus menjaga cincin naftalena tetap kaya elektron dan siap menerima serangan elektrofilik dari garam diazonium. Produk kopling yang dihasilkan memiliki serapan kuat di daerah cahaya tampak sehingga pengukuran spektrofotometri dapat dilakukan dengan batas deteksi rendah, warna yang terbentuk relatif stabil dalam rentang waktu pengukuran, dan hubungan antara absorbansi dan konsentrasi bersifat linear pada rentang kerja yang lazim.

Di Indonesia, reagen ini menjadi tulang punggung laboratorium pengujian air minum, air limbah, dan lingkungan, serta laboratorium pangan yang memeriksa kandungan nitrit pada produk olahan daging. Laboratorium biomedis juga menggunakannya untuk uji nitrit sebagai penanda produksi nitrogen monoksida pada kultur sel. Ketersediaan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan volume pengujian, karena reagen ini biasanya dipakai dalam larutan encer namun dengan frekuensi tinggi.

  • Penentuan nitrit dengan metode Griess, karena senyawa ini bertindak sebagai komponen kopling yang menghasilkan zat warna azo berintensitas tinggi dan terukur secara spektrofotometri.
  • Analisis nitrat melalui reduksi menjadi nitrit, sebab setelah tahap reduksi analit dapat langsung dikuantifikasi menggunakan reaksi kopling yang sama tanpa mengubah instrumentasi.
  • Uji produksi nitrogen monoksida pada kultur sel, karena akumulasi nitrit di media dapat diukur sebagai penanda aktivitas sintase nitrogen monoksida secara tidak langsung.
  • Penetapan kadar sulfonamida dengan metode Bratton-Marshall, sebab reagen ini mengkopling garam diazonium dari obat golongan sulfa menjadi produk berwarna yang terukur.
  • Pengujian nitrit pada produk pangan olahan, karena metodenya sederhana, murah, dan memberikan hasil yang konsisten sehingga cocok untuk pemantauan mutu rutin di laboratorium.

Merek TCI
Nomor CAS 1465-25-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan garam dihidroklorida yang larut baik dalam air (mengacu pada lembar data pabrikan)
Penyimpanan simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Simpan padatan dalam wadah asli tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya karena reagen ini peka terhadap cahaya dan udara serta dapat berubah warna bila disimpan sembarangan. Gunakan botol kaca gelap untuk menyimpan larutan kerja dan siapkan larutan segar secara berkala agar hasil pengukuran tetap andal. Lakukan penimbangan dengan spatula kering di area berventilasi baik sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan oksidator kuat dan basa kuat. Beri label tanggal pembuatan pada setiap larutan reagen yang disiapkan.

  • Rawaa A. Zakaria (2013). Spectrophotometric Dertermination of Mesalazine by 8-Hydroxyquinoline and N-(1-naphthyl)ethylenediamine dihydrochloride Reagents in Bulk and Capsule Dosage Forms. Rafidain Journal of Science doi:10.33899/rjs.2013.67591
  • Ensafi dkk. (2011). A New Potentiometric Sensor for the Determination of Desipramine Based on N-(1-Naphthyl)Ethylenediamine Dihydrochloride-Tetraphenyl Borate. IEEE Sensors Journal doi:10.1109/jsen.2011.2146247
  • RAHMAN dkk. (2007). Quantitation of Nicorandil in Pharmaceutical Formulations by Spectrophotometry Using N-(1-naphthyl) Ethylenediamine Dihydrochloride as Coupling Agent. YAKUGAKU ZASSHI doi:10.1248/yakushi.127.367

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.