Ethylenediamine Dihydrochloride (EDAH) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Sebagai bahan dasar (building block), EDAH berperan dalam pembentukan senyawa kompleks melalui reaksi seperti kondensasi, substitusi, atau reaksi dengan bahan lain. Produk ini sangat relevan dalam laboratorium kimia yang memerlukan bahan-bahan yang bisa digunakan untuk sintesis senyawa heterosiklik atau non-heterosiklik.
Ethylenediamine Dihydrochloride memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah larut dalam air, sehingga memudahkan dalam penggunaan dan pemanfaatan dalam berbagai reaksi. Ketersediaannya dalam bentuk padat juga memudahkan dalam penimbangan dan penyimpanan. Produk ini dipilih karena kemampuannya untuk berfungsi sebagai donor elektron atau sebagai bahan pengaktif dalam reaksi kimia yang membutuhkan ion hidrohalida.
Di laboratorium Indonesia, EDAH sering digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik, pengembangan obat, dan analisis kimia. Bahan ini juga menjadi pilihan utama bagi peneliti yang membutuhkan bahan kimia dasar yang mudah ditemukan dan memiliki kualitas yang memadai untuk keperluan penelitian lokal.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaktan bermuatan positif
- Pembuatan senyawa heterosiklik sebagai bahan baku farmasi
- Reaksi kimia yang memerlukan donor elektron atau ion hidrohalida
- Pengembangan bahan kimia untuk analisis kualitatif dan kuantitatif
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa nitrogen dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 333-18-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethylenediamine Dihydrochloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penyerapan kelembapan dan kontaminasi. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kecelakaan kimia.
- Wu dkk. (2022). Achieving smooth PZT surface via chemical mechanical polishing with ethylenediamine dihydrochloride. Ceramics International doi:10.1016/j.ceramint.2022.03.168
- Rawaa A. Zakaria (2013). Spectrophotometric Dertermination of Mesalazine by 8-Hydroxyquinoline and N-(1-naphthyl)ethylenediamine dihydrochloride Reagents in Bulk and Capsule Dosage Forms. Rafidain Journal of Science doi:10.33899/rjs.2013.67591
- Amado dkk. (2004). Spectroscopic and Theoretical Studies on Solid 1,2‐Ethylenediamine Dihydrochloride Salt. ChemPhysChem doi:10.1002/cphc.200400350
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
