Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 624-18-0

1,4-Phenylenediamine Dihydrochloride TCI P0152

1,4-Phenylenediamine Dihydrochloride TCI P0152
Harga reguler Rp 848.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 848.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,4-Phenylenediamine Dihydrochloride dari TCI adalah garam dihidroklorida dari p-fenilenadiamina, yaitu diamina aromatik dengan dua gugus amino pada posisi para cincin benzena. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini banyak dipakai sebagai prekursor polimer, pewarna, dan senyawa redoks aktif. Bentuk garam ini disukai di laboratorium karena lebih mudah ditangani dan disimpan daripada basa bebasnya, yang cenderung cepat teroksidasi dan berubah warna bila terkena udara. Saat dibutuhkan, basa bebas dapat dibangkitkan dengan menetralkan garam ini.

Karakteristik penting garam dihidroklorida ini adalah ketahanannya terhadap oksidasi udara yang lebih baik dan kelarutannya dalam air, sehingga mudah dibuat larutan berair untuk reaksi atau uji biokimia. Inti p-fenilenadiamina sendiri bersifat redoks aktif. Inti ini mudah dioksidasi menjadi spesies kuinondiimina berwarna, dan sifat inilah yang dimanfaatkan dalam berbagai uji enzimatik dan kolorimetri. Dua gugus amina pada posisi simetris juga menjadikannya monomer ideal untuk polikondensasi, misalnya pembentukan poliamida aromatik, polimer terkonjugasi, maupun kerangka organik kovalen.

Di Indonesia, bahan ini relevan untuk laboratorium kimia polimer, kimia material, mikrobiologi, dan biokimia, baik di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Peneliti covalent organic framework (COF) dan polimer konduktif dapat memakainya sebagai monomer diamina. Laboratorium analitik dapat memanfaatkan sifat redoksnya untuk pengembangan metode kolorimetri. Pilihan kemasan 25 g dan 500 g memudahkan penyesuaian, mulai dari penelitian eksploratif hingga sintesis polimer dalam jumlah yang lebih besar.

  • Monomer untuk polimer dan COF: dua gugus amina pada posisi para memungkinkan polikondensasi dengan aldehida atau asam klorida menjadi jaringan imina maupun poliamida aromatik yang teratur.
  • Substrat uji oksidase dan peroksidase: inti p-fenilenadiamina mudah teroksidasi menjadi produk berwarna, sehingga dapat dipakai untuk mendeteksi aktivitas enzim oksidatif secara visual maupun spektrofotometri.
  • Sintesis polimer konduktif dan elektroaktif: oksidasi kimia atau elektrokimia diamina aromatik ini menghasilkan bahan terkonjugasi yang menarik untuk riset sensor dan elektroda termodifikasi.
  • Prekursor pewarna dan pigmen: diamina aromatik adalah komponen penting dalam sintesis pewarna azo dan pewarna oksidatif, sehingga senyawa ini sering dipakai dalam riset kimia pewarna.
  • Studi elektrokimia redoks: perilaku oksidasi dua elektronnya yang khas cocok sebagai sistem model dalam praktikum voltametri siklik dan kajian transfer elektron.

Merek TCI (kode produk P0152)
Nomor CAS 624-18-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan kristalin/serbuk; warna dapat menggelap bila teroksidasi
Penyimpanan simpan tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya dan udara

Simpan 1,4-Phenylenediamine Dihydrochloride dalam wadah tertutup rapat, sebaiknya botol gelap, di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Bila memungkinkan, simpan di bawah gas inert agar oksidasi udara dapat ditekan. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Senyawa p-fenilenadiamina dikenal sebagai pemicu sensitisasi kulit dan berbahaya bila tertelan, terhirup, atau terkena kulit. Karena itu, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, jas laboratorium, dan kerjakan di lemari asam. Hindari pembentukan debu dan bersihkan tumpahan dengan hati-hati. Selalu ikuti SDS resmi untuk klasifikasi bahaya, pertolongan pertama, dan pembuangan.

  • Nagaraja dkk. (2000). Sensitive Spectrophotometric Determination of Some Dibenzazepine Drugs with Diazotized P-Phenylenediamine Dihydrochloride. Analytical Letters doi:10.1080/00032710008543230
  • Mehdi dkk. (2013). N,N-Dimethyl-p-phenylenediamine dihydrochloride-based method for the measurement of plasma oxidative capacity during human aging. Analytical Biochemistry doi:10.1016/j.ab.2013.01.032
  • Young dkk. (2019). Twenty‐eight‐day follow‐up of patch test reactions to p‐phenylenediamine and p‐phenylenediamine dihydrochloride: A multicentre study on behalf of the European Environmental and Contact Dermatitis Research Group. Contact Dermatitis doi:10.1111/cod.13235

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.