Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 108-45-2

1,3-Phenylenediamine TCI P1911

1,3-Phenylenediamine TCI P1911
Harga reguler Rp 1.193.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.193.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,3-Phenylenediamine dari TCI (kode produk P1911), juga dikenal sebagai m-fenilendiamina, adalah amina aromatik yang memiliki dua gugus amino pada posisi meta cincin benzena. Senyawa ini termasuk bahan kimia antara yang sangat penting di industri dan riset. Di laboratorium, 1,3-fenilendiamina dipakai sebagai monomer untuk poliamida aromatik, sebagai agen pengeras resin epoksi, sebagai bahan dasar zat warna, dan yang paling menonjol saat ini, sebagai monomer utama untuk membran poliamida lapisan tipis.

Karena memiliki dua gugus amino yang sama-sama reaktif, senyawa ini bisa bereaksi dengan dua molekul pasangan sekaligus. Sifat bifungsional ini sangat cocok untuk polimerisasi kondensasi dan pembentukan jaringan polimer yang bertaut silang. Letak meta pada kedua gugus amino menghasilkan rantai polimer yang tertekuk, sehingga sifatnya berbeda dari isomer para. Ia mudah bereaksi dengan asil klorida, isosianat, dan gugus epoksida. Perlu diperhatikan bahwa amina aromatik ini sensitif terhadap udara dan cahaya, sehingga warnanya dapat menggelap bila penyimpanannya kurang baik.

Di Indonesia, kebutuhan pengolahan air bersih dan desalinasi membuat riset membran semakin berkembang. 1,3-fenilendiamina menjadi bahan inti dalam penelitian membran reverse osmosis dan nanofiltrasi melalui polimerisasi antarmuka di banyak laboratorium teknik kimia dan material. Kemasan 25g dan 250g dapat dipilih sesuai skala kerja, mulai dari percobaan pembuatan membran skala kecil hingga studi sintesis polimer dan formulasi resin yang membutuhkan jumlah lebih besar.

  • Membran poliamida lapisan tipis: senyawa ini bereaksi dengan trimesoil klorida melalui polimerisasi antarmuka dan membentuk lapisan selektif membran reverse osmosis serta nanofiltrasi untuk riset pengolahan air.
  • Sintesis poliamida aromatik: sebagai diamina meta, senyawa ini dipolimerisasi dengan diasil klorida aromatik untuk menghasilkan polimer tahan panas yang dipelajari dalam riset serat dan material berkinerja tinggi.
  • Pengeras resin epoksi: kedua gugus aminonya bereaksi dengan gugus epoksida dan membentuk jaringan bertaut silang, sehingga berguna dalam studi formulasi komposit dan perekat struktural.
  • Sintesis zat warna dan pigmen: amina aromatik ini adalah prekursor klasik untuk zat warna azo dan turunannya, baik untuk praktikum kimia organik maupun riset pewarna tekstil.
  • Building block sintesis organik: gugus amino ganda memungkinkan pembentukan heterosiklik, ligan basa Schiff, dan molekul simetris lain yang diperlukan dalam riset kimia koordinasi dan material.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk P1911
Nomor CAS 108-45-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 250g
Bentuk fisik padatan (warna dapat menggelap bila terpapar udara atau cahaya)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan gelap, sebaiknya di bawah gas inert

1,3-Fenilendiamina bersifat toksik, dapat menimbulkan sensitisasi kulit, dan berbahaya bagi lingkungan perairan, sehingga harus ditangani dengan hati-hati. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk dan kering. Bila memungkinkan, isi ruang kosong wadah dengan nitrogen atau argon untuk mencegah oksidasi. Selalu kerjakan di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu dan kontak dengan kulit. Buang limbah sesuai prosedur bahan berbahaya, dan baca SDS sebelum digunakan.

  • Wang dkk. (2017). Solubility of 2-nitro-p-phenylenediamine in nine pure solvents and mixture of (methanol +N-methyl-2-pyrrolidone) from T= (283.15 to 318.15) K: Determination and modelling. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2017.01.006
  • Tobita dkk. (2008). Single molecular conductance measurements of molecular junction of Au/1,4-phenylenediamine/Au. Ultramicroscopy doi:10.1016/j.ultramic.2008.04.033
  • Kawakubo dkk. (2009). Acetylator Phenotype in Patients with p-Phenylenediamine Allergy. Dermatology doi:10.1159/000245683

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.