TCI N0096 Bis(2,4-pentanedionato)nickel(II) Hydrate, yang lebih dikenal sebagai nikel(II) asetilasetonat hidrat, adalah kompleks koordinasi nikel dengan dua ligan asetilasetonat berbentuk kelat. Senyawa ini menempati posisi penting sebagai prekatalis dalam kimia katalisis modern, terutama pada reaksi penggandengan silang dan aktivasi ikatan C–H yang berbasis logam nikel. Di laboratorium sintesis organik, bahan ini menjadi sumber nikel yang praktis karena mudah ditimbang, relatif stabil di udara, dan dapat langsung dipakai bersama berbagai ligan pendukung untuk membentuk spesies katalitik aktif.
Karakteristik yang membuat kompleks ini dipilih adalah ligan asetilasetonat yang mengikat pusat logam secara bidentat sehingga menghasilkan kompleks yang cukup stabil untuk disimpan, namun tetap mudah digantikan oleh ligan lain ketika katalisis berlangsung. Berupa padatan berwarna hijau, senyawa ini larut dalam berbagai pelarut organik seperti toluena dan tetrahidrofuran, memudahkan penyiapan larutan katalis. Statusnya sebagai hidrat berarti terdapat molekul air terikat, sehingga untuk reaksi yang sensitif terhadap air pengguna perlu memperhitungkan kandungan air tersebut atau melakukan pengeringan pendahuluan sesuai protokol.
Kalangan peneliti kimia sintesis di universitas dan lembaga riset Indonesia memanfaatkan katalis berbasis nikel sebagai alternatif yang lebih terjangkau dan lebih mudah diperoleh dibandingkan katalis logam mulia seperti paladium. Tren ini sejalan dengan berkembangnya riset katalisis logam transisi dasar di dalam negeri. Ketersediaan kemasan 25 gram, 100 gram, hingga 500 gram memungkinkan laboratorium menyesuaikan pembelian, mulai dari uji coba metode hingga optimasi reaksi berulang dalam skala yang lebih besar.
- Prekatalis reaksi aktivasi ikatan C–H, karena pusat nikel dapat membentuk spesies aktif bersama ligan pendukung untuk memfungsionalisasi ikatan yang relatif inert.
- Reaksi penggandengan silang berbasis nikel, sebab kompleks ini menjadi sumber logam yang mudah ditangani untuk membangun ikatan karbon–karbon maupun karbon–heteroatom.
- Prekursor pengendapan lapisan tipis dan material nikel, mengingat kompleks asetilasetonat lazim dipakai sebagai sumber logam pada proses deposisi dan sintesis nanopartikel.
- Katalis polimerisasi dan reaksi organologam terarah, karena ligan kelatnya mudah tergantikan sehingga memungkinkan pembentukan kompleks katalitik yang dirancang khusus.
- Bahan ajar dan penelitian kimia koordinasi, sebab warna hijaunya yang khas serta struktur kelatnya memudahkan pembahasan ikatan koordinasi dan sifat spektroskopi kompleks logam.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 120156-44-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan berwarna hijau (bentuk hidrat) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, hindari kelembapan berlebih |
Simpan kompleks nikel ini dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari asam kuat serta oksidator. Karena bentuknya hidrat, kandungan air dapat berubah bila botol sering dibuka pada ruangan lembap, sehingga penutupan segera setelah pengambilan sangat dianjurkan dan penyimpanan dalam desikator dapat dipertimbangkan untuk pemakaian yang menuntut kondisi anhidrat. Senyawa nikel dikenal dapat menimbulkan sensitisasi kulit dan pernapasan, sehingga penimbangan wajib dilakukan di lemari asam menggunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Hindari pembentukan debu, dan kelola limbah yang mengandung nikel sebagai limbah logam berat sesuai prosedur institusi.
—
