Nickel(II) Sulfate TCI N1264 adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium. Sebagai garam sulfat dari ion nickel(II), senyawa ini memiliki kegunaan luas dalam bidang kimia, terutama dalam katalisis dan kimia inorganik. Bahan ini digunakan untuk mempercepat reaksi kimia, memperbaiki efisiensi proses, atau sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks. Karena sifatnya yang stabil dan mudah larut dalam air, Nickel(II) Sulfate menjadi pilihan yang populer dalam berbagai eksperimen laboratorium.
Nickel(II) Sulfate memiliki sifat kimia yang konsisten dan kestabilan tinggi, yang membuatnya cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Senyawa ini memiliki warna hijau kekuningan dan mudah larut dalam air, sehingga memudahkan proses pelarutan dan penggunaan dalam berbagai reaksi. Selain itu, Nickel(II) Sulfate memiliki daya tarik dalam reaksi redoks dan katalisis, membuatnya menjadi bahan yang sangat berharga dalam penelitian kimia.
Di laboratorium Indonesia, Nickel(II) Sulfate sering digunakan dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang katalisis dan sintesis senyawa inorganik. Bahan ini juga digunakan dalam pendidikan tingkat universitas dan sekolah menengah atas untuk eksperimen kimia dasar. Karena ketersediaannya dan kegunaannya yang luas, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di berbagai laboratorium di Indonesia.
- Digunakan dalam reaksi katalisis untuk meningkatkan laju reaksi kimia
- Cocok untuk eksperimen sintesis senyawa kompleks dan koordinasi
- Dapat digunakan dalam studi redoks dan reaksi oksidasi-reduksi
- Bermanfaat dalam proses pengendapan dan pemurnian senyawa kimia
- Sering digunakan dalam pendidikan untuk eksperimen kimia dasar dan praktikum
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7786-81-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Transition Elements |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Nickel(II) Sulfate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan kering untuk mencegah reaksi dengan kelembapan. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan kacamata pelindung. Dalam laboratorium, bahan ini harus disimpan di tempat yang sejuk dan jauh dari sumber panas. Penggunaan harus dilakukan dalam ruang yang ventilasi baik untuk mencegah paparan uap.
- Goldminz dkk. (2018). Comparison of Nickel Sulfate 2.5% and Nickel Sulfate 5% for Detecting Nickel Contact Allergy. Dermatitis® doi:10.1097/der.0000000000000419
- GARIP dkk. (2025). Assessment of lycopene as a protective agent against nickel sulfate-induced toxicity in Wistar rats. Medycyna Weterynaryjna doi:10.21521/mw.7020
- Deng dkk. (2018). Separation and Precipitation of Nickel from Acidic Sulfate Leaching Solution of Molybdenum-Nickel Black Shale by Potassium Nickel Sulfate Hexahydrate Crystallization. JOM doi:10.1007/s11837-018-2778-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
