2-Isobutoxynaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur naphthalene yang diperluas dengan gugus isobutoksi, menjadikannya bahan yang sangat relevan dalam bidang kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai prekursor untuk pembuatan senyawa aromatik dan turunannya.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Isobutoxynaphthalene menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ikatan baru. Sifat kimianya yang konsisten memungkinkan para peneliti untuk mengontrol reaksi secara akurat. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tahan terhadap kondisi kimia tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Isobutoxynaphthalene sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini juga menjadi komponen penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan material.
- Pembuatan senyawa aromatik kompleks dalam sintesis molekul organik
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan struktur tertentu
- Reaksi substitusi pada cincin naphthalene untuk memperoleh produk yang lebih kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dengan gugus substituen
- Penggunaan dalam proses sintesis senyawa dengan struktur heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2173-57-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2-Isobutoxynaphthalene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Penyimpanan dalam lingkungan yang sejuk dan kering sangat dianjurkan, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator untuk menghindari paparan langsung.
—

