2-(1-Naphthyl)ethanesulfonyl Chloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai bahan baku untuk pembentukan senyawa-senyawa kompleks, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi coupling. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa farmakologis, bahan polimer, dan produk kimia industri. Karena sifat reaktivanya, senyawa ini digunakan untuk memulai reaksi kimia yang membutuhkan grup sulfonyl sebagai komponen aktif.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia. Molekulnya mengandung klorida sulfon yang sangat aktif, sehingga mampu berikatan dengan berbagai substrat dalam kondisi tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi sintesis yang membutuhkan reaktivitas tinggi. Selain itu, senyawa ini mudah tersedia dalam berbagai kemasan yang memudahkan penggunaan dalam skala kecil maupun besar.
Dalam lingkungan laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif biologis, pengembangan bahan baru, serta penelitian tentang reaktivitas kimia. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan akses bagi para peneliti dan praktisi kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa aktif biologis untuk pengembangan obat
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa heterosiklik
- Pembentukan senyawa polimer dengan struktur tertentu
- Pengujian reaktivitas kimia dalam reaksi substitusi
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 104296-63-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifat reaktifnya, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas yang tidak menyerap kelembapan. Penggunaan masker dan sarung tangan dianjurkan saat mengambil atau memanjangkannya. Pastikan area kerja selalu bersih dan bebas dari kontaminasi kimia lain untuk menjaga keamanan dan kualitas eksperimen.
—
