9-(1-Naphthyl)-10-(2-naphthyl)anthracene adalah senyawa kimia kompleks yang termasuk dalam kategori senyawa non-heterosiklik. Senyawa ini digunakan dalam berbagai aplikasi kimia seperti sintesis senyawa kompleks, pengembangan obat, dan penelitian material. Dalam laboratorium, senyawa ini sering dijadikan bahan dasar untuk reaksi kimia yang memerlukan struktur aromatik yang stabil dan kompleks. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian ilmiah untuk memahami reaktivitas dan interaksi molekuler.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang sangat simetris dan stabil, sehingga cocok untuk reaksi kimia yang memerlukan kestabilan struktur. Sifat kimianya yang tidak reaktif dalam kondisi tertentu membuatnya menjadi pilihan yang aman dalam penanganan. Karena sifatnya yang tidak mudah bereaksi, senyawa ini juga memudahkan proses isolasi dan pemurnian dalam laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk studi tentang struktur molekuler dan sifat kimia. Dengan ketersediaan yang cukup, senyawa ini menjadi bahan yang relevan untuk penelitian lokal dan internasional.
- Sintesis senyawa kompleks untuk pengembangan material baru
- Penelitian dalam bidang farmakologi untuk studi interaksi molekuler
- Pengujian sifat kimia dalam analisis struktur molekuler
- Pengembangan senyawa obat dengan struktur aromatik yang stabil
- Studi tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 855828-36-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Karena bersifat tidak reaktif, penanganannya relatif aman, tetapi tetap perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya ditempatkan di area yang terpisah dari bahan kimia yang lebih reaktif untuk menghindari risiko kecelakaan.
—
