2-Oxo-4-phenylbutyric Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block dalam pembuatan senyawa organik. Produk ini memiliki struktur molekuler yang unik, yang memungkinkannya berperan dalam berbagai reaksi seperti esterifikasi, amidasi, dan reaksi substitusi.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena sifatnya yang reaktif terhadap senyawa tertentu. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini mudah bereaksi dengan bahan kimia lain, sehingga menjadi pilihan utama dalam reaksi yang membutuhkan kepastian struktur produk akhir.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam program pendidikan tinggi dan penelitian riset. Karena ketersediaannya yang cukup dan keandalan kualitas, senyawa ini menjadi pilihan utama untuk keperluan eksperimen yang membutuhkan bahan dasar kimia yang stabil dan dapat diandalkan.
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks untuk menghasilkan produk dengan struktur tertentu.
- Cocok untuk reaksi amidasi karena kemampuannya dalam membentuk ikatan amida.
- Berperan dalam reaksi esterifikasi untuk pembuatan ester dengan struktur tertentu.
- Digunakan dalam penelitian farmakologi untuk pengembangan senyawa obat baru.
- Dapat dimanfaatkan dalam analisis kuantitatif untuk identifikasi senyawa tertentu dalam sampel.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 710-11-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah reaksi dengan udara atau kelembapan. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Pada saat penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
