Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 90-27-7

2-Phenylbutyric Acid TCI P0164

2-Phenylbutyric Acid TCI P0164

Identitas Kimia

No. CAS
90-27-7
PubChem
CID 7012·SID 87574414
Rumus molekul
C10H12O2
Berat molekul
164.20 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-phenylbutanoic acid
SMILES
CCC(C1=CC=CC=C1)C(=O)O
InChIKey
OFJWFSNDPCAWDK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Phenylbutyric Acid dari TCI adalah asam karboksilat aromatik dengan gugus fenil dan gugus etil yang terikat pada karbon alfa dari gugus asam karboksilat. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang banyak dipakai dalam sintesis organik dan kimia farmasi. Ini karena kerangka asam arilalkanoat sering muncul dalam berbagai molekul aktif. Di laboratorium, ahli kimia memakainya sebagai bahan awal untuk ester, amida, dan turunan lain. Peneliti stereokimia juga memakainya sebagai senyawa model karena molekul ini memiliki pusat kiral pada karbon alfa.

Karakter utama yang membuat 2-Phenylbutyric Acid dipilih adalah gugus karboksilatnya yang mudah diubah menjadi berbagai turunan, ditambah karbon alfa yang bersifat kiral. Produk ini umumnya berupa campuran rasemat. Keadaan ini justru menjadikannya substrat ideal untuk studi resolusi enansiomer, baik dengan pembentukan garam diastereomer, resolusi enzimatik, maupun kromatografi kiral. Gugus fenil memberi serapan UV yang memudahkan analisis HPLC. Gugus etil di karbon alfa memberi hambatan sterik yang moderat, yang menarik untuk dipelajari dalam reaksi esterifikasi dan amidasi.

Di Indonesia, senyawa ini berguna bagi laboratorium kimia farmasi, kimia organik sintesis, dan analisis kiral di perguruan tinggi maupun industri farmasi. Peneliti yang mengembangkan metode pemisahan enansiomer atau mensintesis analog senyawa aktif dapat memakainya sebagai bahan awal atau senyawa uji. Kemasan 25g mendukung riset skala kecil, sedangkan 500g cocok untuk pengembangan proses dan pemakaian berulang di laboratorium.

  • Studi resolusi enansiomer: pusat kiral pada karbon alfa membuat senyawa ini cocok untuk menguji resolusi melalui garam diastereomer dengan amina kiral, maupun resolusi kinetik enzimatik dengan lipase.
  • Pengembangan metode HPLC kiral: gugus fenil memberikan serapan UV dan kedua enansiomernya dapat dipisahkan, sehingga senyawa ini menjadi analit uji yang baik untuk evaluasi kolom kiral.
  • Sintesis ester dan amida: gugus karboksilatnya mudah diaktifkan menjadi asil klorida atau dikopling langsung dengan amina, sehingga berguna untuk membangun pustaka turunan dalam kimia medisinal.
  • Intermediat kimia farmasi: kerangka asam 2-arilalkanoat termasuk motif penting dalam senyawa bioaktif, sehingga senyawa ini relevan sebagai bahan awal sintesis analog dan studi hubungan struktur-aktivitas.
  • Praktikum titrasi dan karakterisasi asam organik: sebagai asam karboksilat padat, senyawa ini dapat dipakai dalam latihan penentuan kemurnian dan karakterisasi spektroskopi gugus karboksilat.

Merek TCI (kode produk P0164)
Nomor CAS 90-27-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan; lihat CoA dan lembar data TCI untuk detail lengkap
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat

Simpan 2-Phenylbutyric Acid dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari basa kuat, oksidator kuat, dan sumber kelembapan. Sebagai asam organik, bahan ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan. Karena itu, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang maupun melarutkannya. Bekerjalah di lemari asam atau area berventilasi agar debu tidak terhirup. Bersihkan tumpahan dengan cara yang tidak menimbulkan debu, lalu buang limbahnya sesuai prosedur institusi dan petunjuk SDS dari TCI.

  • Kim dkk. (2024). Analysis of Total Microcystins using LC-MS/MS: Assessment of Pretreatment Technique for MMPB(2-methyl-3-methoxy-4-phenylbutyric acid). Journal of Environmental Analysis, Health and Toxicology doi:10.36278/jeaht.27.2.90
  • Illiandri (2021). Small Chain Fatty Acid Phenylbutyric Acid Alleviated Inflammation-Induced Endoplasmic Reticulum Stress in Endothelial Cells. ACTA MEDICA IRANICA doi:10.18502/acta.v59i2.5573
  • Hommes (1999). The assay of phenylacetic acid and 4-phenylbutyric acid in physiological fluids. Clinica Chimica Acta doi:10.1016/s0009-8981(99)00004-2

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.