4-Phenylbutyric Acid dari TCI (kode P0643) adalah asam karboksilat aromatik. Strukturnya terdiri atas cincin fenil yang terhubung ke gugus karboksil melalui rantai tiga atom karbon. Di laboratorium kimia organik, senyawa ini berperan sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis ester, amida, dan senyawa siklik. Di bidang biomedis, garam natriumnya dikenal luas, sedangkan bentuk asamnya banyak dipelajari sebagai chemical chaperone dan penghambat histon deasetilase (HDAC). Kedua peran ini membuatnya dibutuhkan baik oleh laboratorium sintesis maupun laboratorium biologi sel.
Peneliti memilih 4-Phenylbutyric Acid karena strukturnya yang sederhana namun bermakna secara biologis. Senyawa ini mampu membantu pelipatan protein dan meredakan stres retikulum endoplasma dalam model seluler. Sifat ini menjadikannya alat penting dalam riset penyakit akibat salah lipat protein, metabolisme, dan kanker. Dari sisi sintesis, gugus karboksilnya mudah diaktifkan. Siklisasi intramolekul melalui asilasi Friedel-Crafts menghasilkan α-tetralon, zat antara klasik untuk berbagai senyawa polisiklik. Selain itu, senyawa ini relatif stabil dan mudah ditangani dalam bentuk padat.
Di Indonesia, senyawa ini berguna bagi laboratorium kimia organik sintesis, kimia medisinal, serta laboratorium biologi molekuler dan farmakologi yang mempelajari stres seluler dan epigenetika. Kemasan 25 gram ideal untuk riset kultur sel dan sintesis eksploratif. Kemasan 250 gram mendukung pemakaian rutin sebagai bahan awal sintesis dalam skala yang lebih besar, misalnya untuk praktikum atau proyek multi-tahap.
- Sintesis α-tetralon: siklisasi intramolekul melalui asilasi Friedel-Crafts menghasilkan kerangka tetralon yang menjadi zat antara klasik bagi senyawa polisiklik dan farmasi.
- Riset stres retikulum endoplasma: senyawa ini dikenal sebagai chemical chaperone yang membantu pelipatan protein, sehingga sering dipakai sebagai perlakuan pada model sel.
- Kajian epigenetika: aktivitasnya sebagai penghambat histon deasetilase memungkinkan studi pengaruh asetilasi histon terhadap ekspresi gen pada sel kanker.
- Pembuatan ester dan amida turunan: gugus karboksilnya mudah diaktifkan untuk membentuk pustaka turunan dalam studi hubungan struktur-aktivitas kimia medisinal.
- Standar analisis metabolit: senyawa ini dapat dijadikan pembanding dalam pengembangan metode HPLC atau LC-MS untuk asam fenilalkanoat dan metabolitnya.
| Merek | TCI (kode produk P0643) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1821-12-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | padatan kristal; rujuk CoA untuk warna dan keterangan rinci |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, sejuk dan kering, terlindung dari cahaya |
Simpan 4-Phenylbutyric Acid dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya serta jauh dari basa kuat dan oksidator. Saat menimbang dan melarutkan, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium untuk mencegah iritasi pada kulit dan mata. Bekerjalah di lemari asam bila bahan dipanaskan. Untuk keperluan kultur sel, siapkan larutan stok secara aseptis lalu simpan dalam alikuot kecil. Buang limbahnya sesuai ketentuan limbah organik dan petunjuk SDS.
- Illiandri (2021). Small Chain Fatty Acid Phenylbutyric Acid Alleviated Inflammation-Induced Endoplasmic Reticulum Stress in Endothelial Cells. ACTA MEDICA IRANICA doi:10.18502/acta.v59i2.5573
- Hommes (1999). The assay of phenylacetic acid and 4-phenylbutyric acid in physiological fluids. Clinica Chimica Acta doi:10.1016/s0009-8981(99)00004-2
- He dkk. (2020). R-α-Lipoic Acid and 4-Phenylbutyric Acid Have Distinct Hypolipidemic Mechanisms in Hepatic Cells. Biomedicines doi:10.3390/biomedicines8080289
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
