Sodium Hydrogen Sulfide (NaHS) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini berperan sebagai sumber sulfida dan memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam reaksi redoks serta sebagai katalis dalam beberapa proses kimia. Dalam laboratorium, NaHS sering digunakan untuk memproduksi hidrogen sulfida (H₂S), yang merupakan gas berbau menyengat dan memiliki sifat reaktif. Bahan ini juga digunakan dalam sintesis senyawa organik dan anorganik, terutama dalam reaksi yang melibatkan ion sulfida.
Sodium Hydrogen Sulfide memiliki sifat kimia yang stabil dalam bentuk padat, tetapi sangat reaktif dalam kondisi tertentu. Bahan ini bersifat korosif dan dapat merusak kulit, mata, dan saluran pernapasan jika tidak ditangani dengan hati-hati. Karena sifat ini, NaHS dipilih untuk aplikasi yang memerlukan reaksi kimia intensif namun tetap dapat dikontrol dalam lingkungan laboratorium yang terkendali.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Sodium Hydrogen Sulfide digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam analisis kualitatif dan kuantitatif, serta dalam pembuatan senyawa kimia tertentu. Bahan ini juga menjadi bagian dari program pendidikan kimia di berbagai institusi perguruan tinggi dan sekolah menengah atas, sebagai bahan pembelajaran praktis.
- Reaksi pembentukan hidrogen sulfida untuk analisis kualitatif
- Sintesis senyawa anorganik yang memerlukan ion sulfida
- Pengujian reaktivitas dalam proses katalitik kimia
- Pembuatan larutan sulfida dalam reaksi redoks
- Penelitian tentang sifat kimia dari senyawa sulfur
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 16721-80-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements |
| Ukuran kemasan | 50g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan |
Sodium Hydrogen Sulfide harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Bahan ini bersifat korosif, sehingga wadah penyimpanannya harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau logam tahan karat. Pemakaian harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selalu pastikan area kerja bersih dan tidak ada percikan bahan kimia lain yang dapat bereaksi dengan NaHS.
- Azarbarz dkk. (2020). Assessment of the effect of sodium hydrogen sulfide (hydrogen sulfide donor) on cisplatin-induced testicular toxicity in rats. Environmental Science and Pollution Research doi:10.1007/s11356-019-07266-5
- Mansouri (2017). Effects of sodium hydrogen sulfide (a H2S donor) on acute kidney injury. Journal of Nephropathology doi:10.15171/jnp.2018.01
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
