TCI O0690 Sodium Allylsulfonate (natrium alilsulfonat) adalah garam natrium dari asam alilsulfonat. Molekulnya membawa gugus alil yang dapat berpolimerisasi dan gugus sulfonat yang bersifat ionik dalam satu struktur kecil. Di laboratorium, senyawa ini terutama dipakai sebagai monomer fungsional atau komonomer untuk memasukkan gugus sulfonat ke rantai polimer. Bahan ini juga dikenal di bidang elektrokimia sebagai aditif dalam larutan pelapisan logam. Karena itu, natrium alilsulfonat menjadi building block non-heterosiklik yang berguna bagi riset polimer, material, dan permukaan.
Gugus sulfonat memberi kelarutan tinggi dalam air dan muatan negatif yang tetap ada pada rentang pH yang luas. Ketika dimasukkan ke polimer, gugus ini dapat menaikkan hidrofilisitas, membantu dispersi, dan menyediakan tempat ikatan bagi zat warna kationik. Gugus alilnya cenderung kurang reaktif dibandingkan akrilat atau vinil lain dan dapat berperan dalam transfer rantai. Sifat ini sering dimanfaatkan untuk mengatur berat molekul kopolimer. Bentuk garamnya yang padat juga membuatnya lebih mudah ditimbang dan disimpan dibandingkan bentuk asam bebasnya.
Di Indonesia, natrium alilsulfonat relevan bagi laboratorium riset polimer di perguruan tinggi, pengembangan aditif industri seperti dispersan, superplasticizer beton, dan bahan pengolahan air, serta laboratorium elektroplating yang meneliti formula larutan nikel. Industri tekstil juga dapat memanfaatkannya dalam kajian serat akrilik yang mudah diwarnai. Kemasan 25g cukup untuk serangkaian percobaan polimerisasi skala laboratorium dan pengujian formulasi awal.
- Komonomer pada sintesis kopolimer bersulfonat: gugus alil ikut berpolimerisasi sambil membawa gugus sulfonat, sehingga polimer menjadi lebih hidrofilik dan bermuatan negatif.
- Riset dispersan dan superplasticizer: polimer yang mengandung sulfonat membantu mendispersikan partikel padat dalam air, sehingga monomer ini sering dikaji dalam formulasi aditif semen dan pigmen.
- Aditif larutan elektroplating nikel: natrium alilsulfonat dikenal sebagai komponen pencerah dan perata dalam pelapisan nikel, sehingga dipakai saat mengoptimalkan formula larutan pelapisan.
- Modifikasi serat dan polimer agar mudah diwarnai: gugus sulfonat menjadi tempat ikatan zat warna kationik, sehingga relevan dalam riset serat akrilik dan tekstil.
- Pengaturan berat molekul dalam polimerisasi radikal: monomer alil dapat berperan dalam transfer rantai, sehingga berguna untuk mempelajari kontrol panjang rantai dan sifat kopolimer.
| Merek | TCI (kode produk O0690) |
|---|---|
| Nomor CAS | 2495-39-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | garam natrium, umumnya berupa padatan yang larut dalam air |
| Penyimpanan | wadah rapat di tempat kering dan sejuk, sesuai label |
Simpan natrium alilsulfonat dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat kering, sejuk, dan terlindung dari cahaya. Garam sulfonat dapat menyerap uap air, jadi tutup wadah segera setelah dipakai. Jauhkan dari inisiator radikal dan oksidator kuat agar tidak terjadi polimerisasi yang tidak diinginkan. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, hindari menghirup debu, dan baca SDS sebelum digunakan.
- Park dkk. (2014). Hydrophilization of a Porous Polytetrafluoroethylene Supporter by Radiation Grafting Poly(Acrylonitrile-co-Sodium Allylsulfonate). Polymer Korea doi:10.7317/pk.2014.38.3.293
- Wei dkk. (1995). Effect of Sodium Dodecyl Sulfonate on Solution Viscosity of Copolymer of Acrylamide and Sodium Allylsulfonate. Chinese Journal of Applied Chemistry doi:10.3724/j.issn.1000-0518.1995.1.85
- Qin dkk. (1993). FLOCCULATABILITY OF COPOLYMERS OF ACRYLAMIDE AND SODIUM ALLYLSULFONATE. Chinese Journal of Applied Chemistry doi:10.3724/j.issn.1000-0518.1993.2.92
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
