2-Phenylethyl Alcohol dari TCI (kode P0084), juga dikenal sebagai phenethyl alcohol, adalah alkohol aromatik dengan gugus hidroksil yang terhubung ke cincin benzena melalui rantai dua karbon. Senyawa ini terkenal karena aromanya yang menyerupai mawar dan secara alami terdapat dalam minyak atsiri berbagai bunga. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai building block sintesis organik, standar analisis senyawa aroma, dan bahan tambahan pada media mikrobiologi selektif.
Bahan ini dipilih karena memadukan dua gugus, yaitu cincin aromatik dan gugus alkohol primer, sehingga mudah diubah menjadi ester, eter, aldehida, atau halida. Selain itu, 2-phenylethyl alcohol memiliki sifat antimikroba yang selektif. Pada konsentrasi tertentu, senyawa ini menghambat pertumbuhan bakteri Gram-negatif tetapi tetap membiarkan bakteri Gram-positif tumbuh. Wujudnya berupa cairan sehingga mudah ditakar secara volumetrik, dan kemurniannya yang terjaga membuatnya layak dipakai sebagai standar kromatografi.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium teknologi pangan, farmasi, kimia bahan alam, dan mikrobiologi klinis. Peneliti minyak atsiri, misalnya dari mawar, kenanga, atau tanaman aromatik lokal, memakainya sebagai standar identifikasi pada GC-MS. Laboratorium fermentasi yang meneliti pembentukan aroma oleh khamir juga membutuhkannya. Kemasan 25mL cocok untuk kebutuhan analisis, sedangkan 500mL ideal untuk sintesis atau pembuatan media secara rutin.
Brosur TCI (PDF)
- Quorum Sensing Research Reagents 2024-10-17 · hal. 2
- Standar analisis senyawa aroma: senyawa ini adalah komponen aroma penting pada minyak atsiri dan produk fermentasi, sehingga cocok sebagai standar pembanding pada analisis GC dan GC-MS.
- Pembuatan media selektif mikrobiologi: sifatnya yang menghambat bakteri Gram-negatif membuatnya dipakai dalam media isolasi untuk menumbuhkan bakteri Gram-positif secara lebih selektif.
- Sintesis ester aromatik: gugus alkohol primernya mudah diesterifikasi untuk membuat ester beraroma seperti phenethyl acetate, yang dipelajari dalam riset flavor dan fragrance.
- Bahan awal sintesis organik: cincin aromatik dan rantai etil beralkohol menjadikannya prekursor serbaguna untuk turunan aldehida, halida, dan eter dalam sintesis multistep.
- Studi fermentasi dan metabolisme khamir: senyawa ini adalah produk jalur Ehrlich pada khamir, sehingga berguna sebagai standar untuk memantau pembentukan aroma dalam riset bioproses.
| Merek | TCI (kode produk P0084) |
|---|---|
| Nomor CAS | 60-12-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | cairan; periksa label dan Certificate of Analysis untuk detail kemurnian |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan jauh dari sumber api |
Simpan 2-phenylethyl alcohol dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari panas, percikan api, dan oksidator kuat. Gunakan pipet atau gelas ukur yang bersih saat mengambil cairan, agar isi botol tidak terkontaminasi. Pakai sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium karena bahan ini dapat mengiritasi mata. Bekerjalah di area berventilasi atau di lemari asam. Pelajari Safety Data Sheet (SDS) sebelum pemakaian, dan buang limbahnya sebagai limbah pelarut organik.
- FUKUDA dkk. (1990). Breeding of brewing yeast producing a large amount of .BETA.-phenylethyl alcohol and .BETA.-phenylethyl acetate.. Agricultural and Biological Chemistry doi:10.1271/bbb1961.54.269
- Biçakci dkk. (2025). Recovery of phenylethyl alcohol from aqueous solution by batch adsorption. Open Chemistry doi:10.1515/chem-2025-0136
- Fukuda dkk. (1990). Breeding of Brewing Yeast Producing a Large Amount ofβ-Phenylethyl Alcohol andβ-Phenylethyl Acetate. Agricultural and Biological Chemistry doi:10.1080/00021369.1990.10869930
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
