Methyl Phenoxyacetate dari TCI adalah ester metil dari asam fenoksiasetat, yaitu senyawa yang memadukan cincin aromatik fenoksi dengan gugus ester metil melalui jembatan eter. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok pembangun non-heterosiklik yang praktis karena gugus esternya dapat diubah menjadi amida, hidrazida, alkohol, maupun asam karboksilat kembali melalui reaksi yang umum dikenal. Methyl phenoxyacetate sering dipakai ketika peneliti memerlukan bentuk terlindungi dari asam fenoksiasetat yang lebih mudah ditangani dalam pelarut organik.
Keunggulan methyl phenoxyacetate terletak pada reaktivitas gugus esternya yang moderat: cukup stabil untuk disimpan dan ditangani, namun tetap mudah bereaksi dengan nukleofil seperti amina dan hidrazin. Dibandingkan asam bebasnya, ester ini umumnya lebih larut dalam pelarut organik dan tidak bersifat asam, sehingga cocok untuk reaksi yang sensitif terhadap proton asam. Struktur aromatik eternya juga memberi kontribusi aroma, sehingga turunan fenoksiasetat seperti ini dikenal pula dalam kajian senyawa wewangian.
Di laboratorium Indonesia, methyl phenoxyacetate bermanfaat bagi kelompok riset sintesis organik dan kimia medisinal yang membangun pustaka senyawa amida atau hidrazida, termasuk sebagai bahan awal pembuatan heterosiklik turunan hidrazida. Laboratorium pengembangan aroma dan formulasi juga dapat memakainya sebagai senyawa model. Kemasan 25g sesuai untuk penjajakan rute sintesis, sedangkan 500g lebih efisien untuk kelompok yang menjalankan sintesis berulang atau penggandaan skala.
- Pembuatan hidrazida fenoksiasetat: reaksi ester ini dengan hidrazin menghasilkan hidrazida yang lazim dipakai sebagai perantara untuk menyusun cincin heterosiklik seperti oksadiazol dan triazol.
- Sintesis amida melalui aminolisis: gugus ester metil bereaksi dengan amina membentuk amida fenoksiasetat, sehingga praktis untuk membangun pustaka senyawa dalam riset kimia medisinal.
- Bentuk terlindungi asam fenoksiasetat: sebagai ester, senyawa ini menghindari gangguan proton asam dalam reaksi sensitif dan dapat dihidrolisis kembali menjadi asam bila diperlukan.
- Reduksi menjadi alkohol: gugus ester dapat direduksi dengan reagen hidrida menjadi 2-fenoksietanol, sehingga berguna dalam latihan maupun riset transformasi gugus fungsi.
- Senyawa model dalam kajian aroma: struktur ester aromatik dengan jembatan eter menjadikannya bahan yang relevan untuk studi senyawa wewangian dan pengembangan metode analisis kromatografi gas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2065-23-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | umumnya cairan pada suhu ruang; rujuk label dan CoA untuk detail |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sumber api |
Methyl phenoxyacetate sebaiknya disimpan dalam botol kaca aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari panas, sumber api, oksidator kuat, serta basa atau asam kuat yang dapat menghidrolisis ester. Hindari paparan kelembapan berlebih. Gunakan pipet atau alat ukur yang bersih dan kering saat mengambil bahan. Bekerjalah di lemari asam, kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta baca SDS terlebih dahulu.
- Adamovich dkk. (2011). Synthesis and crystal structure of 1,4,10,13-tetraoxa-7,16-diazoniumcyclo-octadecane bis(4-chloro-2-methyl-phenoxyacetate). Chemistry Central Journal doi:10.1186/1752-153x-5-23
- Long dkk. (2026). Process development and economic evaluation of solvent-free enzymatic synthesis of methyl phenoxyacetate using immobilized CALB. Biocatalysis and Agricultural Biotechnology doi:10.1016/j.bcab.2026.104224
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
