Phenoxyacetone dari TCI adalah senyawa keton aromatik yang tersusun dari gugus fenoksi yang terikat pada aseton melalui jembatan oksigen eter. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai blok pembangun non-heterosiklik yang menyediakan dua titik reaktif sekaligus, yaitu gugus karbonil keton dan atom karbon alfa di sekitarnya. Phenoxyacetone sering dimanfaatkan sebagai bahan awal untuk membangun molekul yang lebih kompleks, termasuk berbagai senyawa heterosiklik dan turunan amina melalui reaksi kondensasi maupun reduksi.
Phenoxyacetone dipilih karena gugus ketonnya dapat menjalani berbagai reaksi klasik seperti kondensasi dengan amina atau hidrazin, aminasi reduktif, reaksi Grignard, dan reduksi menjadi alkohol sekunder. Atom karbon alfa yang berdekatan dengan karbonil juga memungkinkan reaksi enolat untuk pembentukan ikatan karbon-karbon. Keberadaan gugus fenoksi memberi bagian aromatik yang stabil sekaligus memengaruhi polaritas molekul. Kombinasi inilah yang membuat phenoxyacetone fleksibel untuk perancangan rute sintesis bertahap.
Di laboratorium Indonesia, phenoxyacetone relevan bagi peneliti kimia organik sintetik dan kimia medisinal di universitas maupun lembaga riset yang membutuhkan bahan awal keton fungsional. Senyawa ini juga berguna dalam praktikum lanjutan yang mempelajari reaktivitas karbonil. Kemasan 5g ideal untuk uji coba rute dan optimasi kondisi reaksi tanpa pemborosan, sedangkan kemasan 25g mendukung tahap lanjutan ketika rute sintesis sudah terbukti dan memerlukan jumlah bahan lebih banyak.
- Sintesis heterosiklik melalui kondensasi: gugus keton phenoxyacetone dapat dikondensasikan dengan hidrazin, hidroksilamina, atau diamina sehingga menjadi titik awal pembentukan cincin heterosiklik bernitrogen.
- Aminasi reduktif: reaksi keton ini dengan amina disertai reduktor menghasilkan amina sekunder atau tersier yang membawa gugus fenoksi, berguna dalam penyusunan pustaka senyawa.
- Reduksi menjadi alkohol sekunder: phenoxyacetone dapat direduksi menjadi 1-fenoksi-2-propanol, sehingga cocok untuk mempelajari reduksi karbonil termasuk reduksi enantioselektif.
- Reaksi enolat dan pembentukan ikatan karbon-karbon: atom karbon alfa yang aktif memungkinkan reaksi aldol atau alkilasi untuk memperpanjang kerangka karbon molekul target.
- Bahan ajar reaktivitas karbonil: strukturnya yang sederhana namun fungsional menjadikannya contoh yang baik untuk praktikum kimia organik tentang adisi nukleofilik pada keton.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 621-87-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | umumnya cairan pada suhu ruang; rujuk label dan CoA untuk detail |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, gelap, dan jauh dari sumber api |
Phenoxyacetone sebaiknya disimpan dalam botol kaca aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya langsung, dan jauh dari panas, percikan api, serta oksidator kuat. Ikuti suhu penyimpanan yang tertera pada label produk. Saat mengambil bahan, gunakan alat yang bersih dan kering, lalu segera tutup kembali botolnya. Bekerjalah di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium untuk menghindari kontak kulit dan uap. Baca SDS sebelum digunakan.
—
