Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 103-32-2

N-Phenylbenzylamine TCI P0159

N-Phenylbenzylamine TCI P0159

Identitas Kimia

No. CAS
103-32-2
PubChem
CID 66028·SID 87574409
Rumus molekul
C13H13N
Berat molekul
183.25 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
N-benzylaniline
SMILES
C1=CC=C(C=C1)CNC2=CC=CC=C2
InChIKey
GTWJETSWSUWSEJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.115.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.115.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

N-Phenylbenzylamine dari TCI, yang juga dikenal sebagai N-benzilanilina, adalah amina sekunder aromatik. Atom nitrogennya membawa satu gugus fenil dan satu gugus benzil. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi bahan awal yang serbaguna dalam sintesis organik, terutama untuk membangun amina tersier, amida, dan berbagai senyawa nitrogen yang dibutuhkan dalam riset farmasi, agrokimia, dan pewarna. Strukturnya sederhana, tetapi menyediakan pusat nukleofilik dan dua cincin aromatik yang berbeda reaktivitasnya.

Senyawa ini dipilih karena atom nitrogen sekundernya masih nukleofilik dan bisa dialkilasi, diasilasi, disulfonilasi, atau dipakai dalam reaksi kopling C–N. Kombinasi gugus fenil langsung pada nitrogen dan gugus benzil memberikan perilaku yang khas. Nitrogen anilinik relatif kurang basa dibanding amina alifatik, sementara gugus benzil pada nitrogen dapat dilepas melalui hidrogenolisis katalitik pada kondisi yang sesuai. Sifat ini membuat senyawa ini berguna sebagai intermediet ketika gugus benzil dipakai sebagai pelindung sementara.

Di Indonesia, N-Phenylbenzylamine cocok untuk laboratorium kimia organik sintetis, kimia medisinal, dan katalisis di perguruan tinggi maupun unit penelitian dan pengembangan industri. Peneliti katalisis dapat memakainya sebagai substrat model untuk reaksi aminasi, oksidasi amina menjadi imina, atau hidrogenolisis. Dosen juga dapat memakainya untuk praktikum sintesis amida dan sulfonamida. Pilihan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memudahkan penyesuaian kebutuhan, dari skala eksplorasi hingga sintesis intermediet dalam jumlah besar.

  • Sintesis amina tersier dan amida: nitrogen sekundernya yang nukleofilik mudah bereaksi dengan alkil halida, asil klorida, atau anhidrida untuk menghasilkan turunan N,N-disubstitusi yang beragam.
  • Substrat model reaksi katalitik: senyawa ini sering dipakai untuk menguji katalis oksidasi amina menjadi imina, dehidrogenasi, atau reaksi kopling C–N karena strukturnya sederhana dan mudah dianalisis.
  • Strategi gugus pelindung benzil: gugus benzil pada nitrogen dapat dilepas melalui hidrogenolisis, sehingga senyawa ini berguna dalam rute sintesis yang memerlukan perlindungan sementara amina.
  • Intermediet pewarna dan bahan aditif: amina aromatik sekunder adalah komponen penting dalam sintesis pewarna, antioksidan, dan bahan kimia khusus, sehingga senyawa ini relevan untuk riset terapan.
  • Praktikum kimia organik: reaksi asilasi atau sulfonilasi senyawa ini menghasilkan produk padat yang mudah dimurnikan dan dikarakterisasi, cocok untuk melatih teknik sintesis mahasiswa.

Merek TCI (kode produk P0159)
Nomor CAS 103-32-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g, 500g
Bentuk fisik padatan dengan titik leleh rendah; bentuknya dapat bervariasi tergantung suhu ruang (rujuk CoA/SDS)
Penyimpanan simpan tertutup rapat, sejuk, gelap, dan jauh dari oksidator

Amina aromatik seperti N-Phenylbenzylamine dapat berubah warna perlahan bila terpapar udara dan cahaya. Karena itu, simpan dalam wadah kaca gelap yang tertutup rapat, di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari oksidator kuat, asam kuat, dan asil halida. Karena titik lelehnya rendah, bahan ini bisa melunak atau meleleh pada suhu ruang yang hangat. Hangatkan perlahan bila perlu sebelum dipindahkan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam. Hindari kontak dengan kulit. Rujuk SDS resmi untuk informasi bahaya dan pembuangan.

  • Samuel dkk. (2020). Synthesis, Characterization, Stability and Cytotoxic Evaluation of Novel Titanium(IV) Complexes of 8-Hydroxyquinoline and 2-Hydroxy-N-phenylbenzylamine Derivatives. Asian Journal of Chemistry doi:10.14233/ajchem.2020.22505
  • Cai dkk. (2013). Reducing polyazomethine to poly(N-phenylbenzylamine) with near infrared electrochromic, fluorescence and photovoltaic properties. Polym. Chem. doi:10.1039/c2py20846f
  • Yin dkk. (2013). Effect of alumina support on catalytic performance of Pt-Sn/Al2O3 catalysts in one-step synthesis of N-phenylbenzylamine from aniline and benzyl alcohol. Chinese Journal of Catalysis doi:10.1016/s1872-2067(12)60608-1

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.