Pregnenolone Acetate adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori steroid, digunakan secara luas dalam penelitian biokimia dan farmakologi. Senyawa ini berperan sebagai prekursor dalam sintesis hormon steroid, seperti kortikosteroid dan androgen. Dalam laboratorium, Pregnenolone Acetate sering digunakan untuk studi tentang metabolisme steroid, pengaruh hormon pada tubuh, serta pengembangan obat baru yang terkait dengan sistem endokrin.
Pregnenolone Acetate memiliki sifat kimia stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses isolasi. Ketersediaan dalam bentuk kristal atau serbuk juga memudahkan proses penimbangan dan penggunaan dalam eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Pregnenolone Acetate sering digunakan dalam penelitian terkait penyakit endokrin, seperti sindrom Cushing dan gangguan metabolisme. Bahan ini juga menjadi bahan baku untuk produksi senyawa farmakologis yang memerlukan sintesis steroid.
- Penelitian tentang mekanisme kerja hormon steroid dalam tubuh manusia
- Pengembangan obat untuk gangguan endokrin seperti diabetes dan hipotiroidisme
- Studi metabolisme steroid dalam proses sintesis obat
- Eksperimen biokimia untuk menguji aktivitas enzim yang terlibat dalam sintesis steroid
- Pengujian efek farmakologis senyawa steroid pada model hewan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1778-02-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 1g, 10g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Pregnenolone Acetate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selain itu, pastikan wadah penyimpanan terkunci dan tidak terbuka secara tidak sengaja untuk mencegah kebocoran atau pencemaran.
- Belikov dkk. (2010). Reactions of pregnenolone and 16-dehydropregnenolone acetate with tetracyanoethylene. Russian Journal of Organic Chemistry doi:10.1134/s1070428010070225
- Zafar dkk. (2019). Interaction of C20-substituted derivative of pregnenolone acetate with copper (II) leads to ROS generation, DNA cleavage and apoptosis in cervical cancer cells: Therapeutic potential of copper chelation for cancer treatment. Bioorganic Chemistry doi:10.1016/j.bioorg.2019.03.031
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
