Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000) adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan biomedis. Bahan ini memiliki struktur molekuler berupa rantai polietilen yang panjang, yang memberikan sifat hidrofilik dan kemampuan untuk meningkatkan solubilitas molekul tertentu. Dalam laboratorium, PEG 6000 digunakan untuk proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis seperti protein atau liposom dengan menambahkan rantai PEG untuk meningkatkan stabilitas, mengurangi imunitas, atau meningkatkan waktu paruh.
PEG 6000 memiliki sifat kimia yang stabil, tidak beracun, dan tidak mengandung ion logam berat, sehingga aman digunakan dalam berbagai aplikasi. Karena sifatnya yang tidak reaktif, bahan ini tidak mudah terurai dalam kondisi normal, sehingga cocok untuk eksperimen yang membutuhkan kestabilan jangka panjang. Selain itu, PEG 6000 juga memiliki viskositas yang moderat, sehingga mudah dalam proses pencampuran dan penyiapan larutan.
Di laboratorium Indonesia, PEG 6000 sering digunakan dalam penelitian terkait farmakologi, bioteknologi, dan pengembangan obat. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya yang luas dan keandalan sifatnya. Penggunaan PEG 6000 juga didukung oleh kebijakan penelitian yang mendorong penggunaan bahan kimia berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.
- PEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan mengurangi toksisitas
- Pembuatan liposom terPEG untuk pengantaran obat yang lebih efisien
- Penelitian tentang modifikasi molekul biologis dalam bidang biomedis
- Pengembangan bahan pengencer untuk larutan farmakologis
- Eksperimen kimiawi untuk mengevaluasi sifat hidrofilik dan solubilitas
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25322-68-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > PEGylation |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara, jauh dari cahaya langsung |
PEG 6000 harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang tidak reaktif, bahan ini tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus, tetapi tetap perlu dihindari paparan berlebihan dari kelembapan atau panas. Dalam laboratorium, PEG 6000 biasanya disimpan dalam wadah plastik atau kaca yang tahan terhadap reaksi kimia. Penggunaan bahan ini harus dilakukan dengan alat pelindung diri yang sesuai, seperti sarung tangan dan masker, untuk memastikan keselamatan kerja.
- Verheyen dkk. (2001). Melting behavior of pure polyethylene glycol 6000 and polyethylene glycol 6000 in solid dispersions containing diazepam or temazepam: a DSC study. Thermochimica Acta doi:10.1016/s0040-6031(01)00666-9
- Veljkovic dkk. (2012). Reporting of post-polyethylene glycol prolactin: precipitation by polyethylene glycol 6000 or polyethylene glycol 8000 will change reference intervals for monomeric prolactin. Annals of Clinical Biochemistry: International Journal of Laboratory Medicine doi:10.1258/acb.2011.011238
- Memon dkk. (2016). Early Growth Behaviour of Wheat Genotypes as Affected by Polyethylene Glycol (PEG-6000). Biological Sciences - PJSIR doi:10.52763/pjsir.biol.sci.59.3.2016.172.174
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
