Polyethylene Glycol 600 (PEG 600) adalah bahan kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam bidang kimia biologis dan modifikasi protein. Sebagai polimer hidrofilik, PEG 600 memiliki kemampuan untuk meningkatkan solubilitas molekul, memperpanjang waktu hidup protein, dan mengurangi toksisitas dalam aplikasi terapi. Bahan ini sering digunakan dalam proses PEGylation, yaitu modifikasi molekul biologis dengan PEG untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya.
PEG 600 memiliki sifat non-toxis, tidak beracun, dan tidak berbau, sehingga aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium. Bahan ini juga memiliki titik leleh dan titik didih yang stabil, menjadikannya cocok untuk berbagai kondisi reaksi. Karena sifatnya yang tidak reaktif, PEG 600 tidak mudah terdegradasi dan tahan terhadap berbagai kondisi kimia, menjadikannya pilihan yang andal dalam penelitian dan pengembangan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, PEG 600 sangat relevan untuk penelitian dalam bidang farmasi, bioteknologi, dan kimia medis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk mengembangkan produk farmasi baru atau memperbaiki metode pengobatan. Ketersediaan PEG 600 dalam berbagai kemasan juga memudahkan penggunaan di berbagai skala penelitian, baik kecil maupun besar.
- PEGylation protein untuk meningkatkan stabilitas dan waktu hidup molekul biologis
- Modifikasi obat untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi toksisitas
- Pembuatan konjugat protein-PEG untuk aplikasi terapi dan diagnostik
- Penelitian tentang sifat fisika-kimia dan reaktivitas PEG dalam berbagai kondisi
- Pengujian keterlarutan dan stabilitas senyawa dalam berbagai pelarut
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 25322-68-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > PEGylation |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
PEG 600 sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena bersifat hidrofilik, bahan ini harus dihindari kontak dengan air berlebihan untuk mencegah penurunan kualitas. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah penyerapan kelembapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah bahan ini untuk menjaga keselamatan di laboratorium.
- Ferreira dkk. (2018). Phase equilibria, solvent properties, and protein partitioning in aqueous polyethylene glycol-600-trimethylamine N-oxide and polyethylene glycol-600-choline chloride two-phase systems. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2018.01.010
- (1995). Intestinal permeability as measured with polyethylene glycol 600 in patients with cirrhosis: Clinical investigation. Gastroenterology doi:10.1016/0016-5085(95)28619-5
- Upmanyu dkk. (2021). Thermo-viscous investigations of molecular interactions for the binary mixtures of polyethylene glycol-400 and polyethylene glycol-600 with dimethyl sulfoxide and water at different temperatures. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2021.115939
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
