Piperonylacetone dari TCI, yang juga dikenal sebagai heliotropyl acetone atau 4-(3,4-metilenadioksifenil)-2-butanon, adalah keton aromatik dengan cincin benzodioksol. Senyawa ini dikenal di bidang flavor dan fragrance karena aromanya yang manis dan lembut, dan di laboratorium kimia dipakai sebagai senyawa acuan serta bahan awal sintesis. Kombinasi gugus keton dan cincin metilenadioksi membuatnya menarik untuk penelitian kimia organik, analisis komponen aroma, maupun studi struktur–aktivitas senyawa aromatik.
Piperonylacetone dipilih karena strukturnya memadukan dua bagian yang berguna. Gugus keton alifatiknya dapat menjalani berbagai reaksi umum seperti reduksi menjadi alkohol, kondensasi aldol, atau pembentukan turunan hidrazon dan oksim. Sementara itu, cincin 1,3-benzodioksol merupakan motif yang sering ditemukan pada produk alam dan senyawa aroma. Bagi analis, senyawa ini berguna sebagai standar pembanding dalam identifikasi komponen pewangi dengan GC atau GC-MS, terutama ketika laboratorium membutuhkan bahan acuan yang mutunya terdokumentasi dari produsen reagen.
Di Indonesia, Piperonylacetone relevan bagi laboratorium riset industri flavor dan fragrance, laboratorium pengujian mutu produk kosmetik dan wewangian, serta laboratorium kimia bahan alam di perguruan tinggi yang mempelajari senyawa aromatik dari tumbuhan. Indonesia memiliki kekayaan minyak atsiri yang besar, sehingga kebutuhan standar senyawa aroma untuk analisis komposisi cukup tinggi. Kemasan 25g memadai untuk penggunaan sebagai standar analitik sekaligus bahan percobaan sintesis skala laboratorium.
- Standar analisis senyawa aroma: Piperonylacetone dipakai sebagai senyawa pembanding pada GC dan GC-MS untuk mengidentifikasi komponen pewangi dalam produk kosmetik dan wewangian.
- Riset formulasi fragrance: peneliti mempelajari kontribusi aroma manis senyawa ini dalam komposisi parfum dan menguji stabilitasnya di berbagai basis produk.
- Bahan awal sintesis organik: gugus ketonnya dapat direduksi, dikondensasi, atau diubah menjadi turunan nitrogen untuk menghasilkan senyawa benzodioksol baru dalam riset sintesis.
- Studi struktur–aroma: senyawa ini menjadi model untuk mempelajari pengaruh cincin metilenadioksi dan panjang rantai terhadap karakter bau senyawa aromatik.
- Kajian kimia bahan alam: motif benzodioksol yang dimilikinya membantu peneliti membandingkan dan memahami senyawa sejenis yang ditemukan dalam ekstrak tumbuhan dan minyak atsiri.
| Merek | TCI (kode produk P1089) |
|---|---|
| Nomor CAS | 55418-52-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | lihat sertifikat analisis dan label produk |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Simpan Piperonylacetone dalam wadah aslinya yang tertutup rapat untuk menjaga mutu dan mencegah aroma menyebar ke bahan lain. Letakkan di tempat yang sejuk, kering, terlindung dari cahaya langsung, dan jauh dari zat pengoksidasi kuat serta sumber panas. Gunakan alat pengambil yang bersih agar standar tidak terkontaminasi. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta bekerja di ruang berventilasi baik atau lemari asam. Baca SDS sebelum digunakan.
—

