2-Bromophenylacetone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari gugus bromo pada cincin fenil dan rantai aketil. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk reaksi kimia yang memerlukan modifikasi struktur aromatik. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai penelitian kimia organik.
2-Bromophenylacetone memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia seperti basa, asam, dan suhu tinggi. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk reaksi substitusi, reduksi, dan reaksi lain yang memerlukan reaktivitas tinggi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan pemanfaatan dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2-Bromophenylacetone digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Senyawa ini menjadi bahan penting dalam pengembangan senyawa baru, analisis struktur molekul, dan uji reaktivitas senyawa kimia. Ketersediaannya dan keandalan sifatnya menjadikannya pilihan utama para peneliti di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk penelitian kimia
- Uji reaktivitas senyawa aromatik dalam reaksi substitusi
- Pemisahan dan identifikasi senyawa melalui teknik kromatografi
- Pengembangan senyawa farmakologis dan bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaksi kimia yang memerlukan modifikasi struktur molekul
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 21906-31-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan suhu tinggi |
2-Bromophenylacetone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan suhu tinggi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Senyawa ini bersifat reaktif, sehingga perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—








