4-(4-Pyridyl)morpholine adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan ikatan nitrogen dan oksigen. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmasi dan kimia organik. Karena struktur kimianya yang kompleks, senyawa ini memungkinkan pembentukan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
4-(4-Pyridyl)morpholine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan cahaya. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena kemampuannya dalam membentuk ikatan dengan berbagai grup fungsi, senyawa ini sering dipilih dalam reaksi substitusi dan penggabungan molekul.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti kimia, farmasi, dan ilmu material untuk pengembangan senyawa baru. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam penelitian tentang senyawa dengan aktivitas farmakologis, seperti obat-obatan dan bahan aktif biokimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia dalam penelitian farmasi
- Reaksi kimia dalam pembuatan bahan aktif biokimia
- Penelitian struktur molekul untuk aplikasi ilmu material
- Pengembangan senyawa dengan sifat antioksidan atau antikanker
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2767-91-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau memanjangkannya, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja tetap bersih untuk mencegah kontaminasi.
—
