Phosphoric Acid (H₃PO₄) adalah asam kuat yang sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki sifat korosif dan dapat bereaksi dengan berbagai bahan kimia lainnya, sehingga menjadi bahan penting dalam sintesis senyawa organik dan anorganik. Dalam laboratorium Indonesia, asam fosfat digunakan untuk berbagai tujuan seperti pembuatan senyawa kompleks, analisis kualitatif, dan reaksi pengendapan. Sebagai bahan dasar, asam fosfat memiliki peran yang vital dalam proses kimia yang memerlukan pH yang terkontrol atau reaksi asam-basa.
Phosphoric Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap berbahaya jika tidak ditangani dengan hati-hati. Bahan ini memiliki titik didih tinggi dan daya larut yang baik dalam air, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam laboratorium karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi tanpa mengalami degradasi signifikan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, asam fosfat digunakan secara luas di berbagai institusi seperti universitas, sekolah menengah atas, dan pusat penelitian. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian kimia, terutama dalam praktikum yang melibatkan reaksi asam-basa, pembuatan senyawa, dan analisis kimia. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya aksesibel bagi para peneliti dan mahasiswa.
- Pembuatan senyawa kompleks dalam sintesis organik karena kemampuannya untuk membentuk garam fosfat
- Reaksi pengendapan dalam analisis kualitatif untuk mengendapkan ion logam
- Penyediaan medium asam dalam reaksi hidrolisis untuk mempercepat proses degradasi senyawa
- Pengaturan pH dalam eksperimen kimia untuk memastikan kondisi reaksi yang optimal
- Pemrosesan bahan baku dalam industri kimia untuk menghasilkan produk akhir yang diperlukan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7664-38-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Acids, Bases [Synthetic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 300mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Phosphoric Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifat korosifnya, wadah harus terbuat dari bahan tahan asam seperti plastik atau gelas kaca. Saat menangani bahan ini, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Pastikan area kerja ventilasi baik untuk mengurangi risiko inhalasi uap.
- Newman dkk. (2007). Formation of Monofluorophosphate from Fluoride in Phosphoric Acid—Water and Phosphoric Acid—Sulfuric Acid—Water Mixtures.. ChemInform doi:10.1002/chin.200741012
- Singh dkk. (2012). Studies on di-nonyl phenyl phosphoric acid (DNPPA): a potential extractant for uranium recovery from merchant grade phosphoric acid (MGA). Desalination and Water Treatment doi:10.5004/dwt.2012.2554
- Singh dkk. (2012). Studies on di-nonyl phenyl phosphoric acid (DNPPA): a potential extractant for uranium recovery from merchant grade phosphoric acid (MGA). Desalination and Water Treatment doi:10.1080/19443994.2012.664314
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
