Paeoniflorin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori glikosida, dan digunakan secara luas dalam penelitian bidang kimia biologi dan glikosains. Bahan ini memiliki struktur molekuler kompleks yang membuatnya menjadi bahan penting dalam studi interaksi antara senyawa organik dan sistem biologis. Dalam laboratorium, Paeoniflorin sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa baru atau dalam uji aktivitas biologis.
Paeoniflorin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses isolasi. Selain itu, senyawa ini memiliki aktivitas farmakologis yang menarik, sehingga menjadi bahan yang diminati dalam penelitian obat dan terapi alternatif.
Di laboratorium Indonesia, Paeoniflorin digunakan dalam berbagai penelitian terkait farmakologi, biokimia, dan penelitian kesehatan masyarakat. Bahan ini sering diaplikasikan dalam studi tentang efek farmakologis tanaman obat tradisional dan pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi terapi.
- Paeoniflorin digunakan dalam uji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi kemampuan senyawa dalam menetralkan radikal bebas.
- Bahan ini cocok untuk penelitian tentang efek farmakologis tanaman obat tradisional karena memiliki aktivitas biologis yang terbukti.
- Paeoniflorin dapat digunakan dalam sintesis senyawa glikosida untuk penelitian kimia organik dan modifikasi struktur molekul.
- Bahan ini relevan untuk studi interaksi antara senyawa kimia dan protein dalam sistem biologis.
- Paeoniflorin sering dimanfaatkan dalam uji toksisitas untuk menilai dampak senyawa pada sel dan jaringan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 23180-57-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padatan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Paeoniflorin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya langsung. Penyimpanan dalam lingkungan yang stabil akan mempertahankan kualitas dan stabilitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan.
- Sun dkk. (2019). Effects of glycyrrhizin on the pharmacokinetics of paeoniflorin in rats and its potential mechanism. Pharmaceutical Biology doi:10.1080/13880209.2019.1651876
- Tsai dkk. (1997). The interactions of paeoniflorin and veratrine on isolated rat atria. Journal of Ethnopharmacology doi:10.1016/s0378-8741(97)00066-4
- Hayes dkk. (2005). Sodium paeoniflorin sulfonate, a process derived artefact from paeoniflorin. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2005.02.082
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
