Polyethylene Glycol Dimethyl Ether (Mw=ca 240) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori ether solvents dan sering digunakan sebagai pelarut dalam reaksi kimia, formulasi produk, dan proses pemisahan komponen. Karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berbau, dan memiliki daya larut yang baik, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Polyethylene Glycol Dimethyl Ether memiliki sifat non-volatil dan stabil dalam kondisi tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan pelarut yang tidak mudah menguap. Selain itu, bahan ini tidak bersifat korosif dan relatif aman dalam penggunaan sehari-hari, sehingga memudahkan proses kerja di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, Polyethylene Glycol Dimethyl Ether sering digunakan dalam penelitian kimia, pembuatan bahan kimia, serta dalam proses formulasi produk seperti pelarut untuk campuran minyak atau bahan kemasan. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang berfokus pada pengembangan produk kimia dan farmasi.
- Digunakan sebagai pelarut dalam sintesis senyawa kimia karena daya larutnya yang baik dan stabilitasnya
- Cocok untuk proses pemisahan komponen dalam analisis kimia karena sifat non-volatilnya
- Dapat digunakan dalam formulasi produk kimia seperti pelarut untuk campuran minyak atau bahan kemasan
- Berguna dalam proses pengeringan dan pencairan bahan kimia yang sensitif terhadap kelembapan
- Sering digunakan dalam penelitian farmasi untuk pembuatan senyawa aktif dan bahan bantu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 24991-55-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Solvents > Ether Solvents |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Polyethylene Glycol Dimethyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini tidak bersifat beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Zafarani-Moattar dkk. (2012). Vapour–liquid equilibrium of ternary aqueous polymer solutions containing polyethylene glycol and polyethylene glycol dimethyl ether at different temperatures. Calphad doi:10.1016/j.calphad.2012.06.004
- López dkk. (1999). Pressure and Temperature Dependence of Excess Enthalpies of Methanol + Tetraethylene Glycol Dimethyl Ether and Methanol + Polyethylene Glycol Dimethyl Ether 250. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je9901233
- Barman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2009.08.024
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
