Salicin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kelompok glikosida, dan merupakan prekursor alami dari asam salisilat. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kimia biologi dan glikosains, terutama dalam studi tentang senyawa fenolik dan mekanisme aktivitas biologisnya. Dalam laboratorium, Salicin digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa obat, analisis kimia, serta penelitian tentang efek farmakologis senyawa alami. Karena sifatnya yang stabil dan mudah tersedia, Salicin menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen ilmiah.
Salicin memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari gugus glukosa yang terikat pada senyawa fenolik. Bahan ini bersifat tidak berwarna, berbentuk serbuk atau padat, dan memiliki sifat kimia yang relatif stabil dalam kondisi normal. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi kualitas, Salicin sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian yang membutuhkan presisi tinggi. Selain itu, bahan ini mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, sehingga memudahkan proses penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, Salicin sering digunakan dalam penelitian bidang farmasi, kimia, dan biologi molekuler. Bahan ini menjadi alat penting dalam pengembangan senyawa baru, analisis senyawa alami, serta studi tentang mekanisme aktivitas biologis. Karena keberadaannya yang terjangkau dan ketersediaannya yang luas, Salicin menjadi pilihan yang sangat relevan untuk penelitian di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Pengujian aktivitas antioksidan pada senyawa alami
- Sintesis senyawa obat dari bahan alami
- Analisis komposisi kimia pada ekstrak tumbuhan
- Penelitian mekanisme aktivitas biologis senyawa fenolik
- Pengembangan bahan aktif dalam formulasi farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 138-52-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung |
Salicin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca, dan harus ditutup rapat untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Dalam penanganan, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Bahan ini tidak beracun secara akut, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Kong dkk. (2014). Salicin, an Extract from White Willow Bark, Inhibits Angiogenesis by Blocking the ROS-ERK Pathways. Phytotherapy Research doi:10.1002/ptr.5126
- Kumari dkk. (2016). GENDER SPECIFIC VARIATION OF TWO PHENOLIC GLYCOSIDES (POPULIN AND SALICIN) IN POPULUS CILIATA AND IDENTIFICATION OF A NEW COMPOUND (CINNAMOYL-SALICIN). International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences doi:10.22159/ijpps.2016v8i12.14843
- Wölfle dkk. (2015). Salicin from Willow Bark can Modulate Neurite Outgrowth in Human Neuroblastoma SH-SY5Y Cells. Phytotherapy Research doi:10.1002/ptr.5400
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- GlycoscienceFunctional OligosaccharidesNatural Glycosides [Functional Oligosaccharides]
- GlycoscienceGlyco Building BlocksProtected Sugars [Oligosaccharides by Component Sugar]
- GlycoscienceMonosaccharides [Glycoscience]Glucoses [Glycoscience]
- Biochemicals and ReagentsCarbohydrates
- Biochemicals and ReagentsCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use








