Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 618-65-5

Helicin TCI H0908

Helicin TCI H0908
Harga reguler Rp 1.485.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.485.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI H0908 Helicin adalah glikosida alami yang tersusun dari salisilaldehida yang terikat pada gula glukosa melalui ikatan glikosidik beta. Senyawa ini termasuk golongan fenolik glikosida yang secara historis dikenal dari tumbuhan bergenus Salix, dan kini menempati posisi penting sebagai senyawa rujukan dalam bidang glikosains. Di laboratorium, Helicin berfungsi sebagai substrat enzim, standar analitik, sekaligus molekul model untuk mempelajari perilaku ikatan glikosidik dan pelepasan gugus aglikon aldehida yang mudah dideteksi.

Sifat yang membuatnya berguna adalah keberadaan gugus aldehida aromatik pada bagian aglikon. Ketika ikatan glikosidik dipecah, baik secara enzimatik oleh beta-glukosidase maupun secara kimia dalam kondisi asam, salisilaldehida yang terlepas dapat dikuantifikasi dengan mudah melalui pengukuran serapan, fluoresensi setelah derivatisasi, maupun kromatografi. Kemampuan deteksi yang praktis inilah yang menjadikan Helicin substrat favorit untuk mengukur aktivitas enzim. Selain itu, gugus aldehidanya sendiri dapat direaksikan membentuk imina, oksim, atau hidrazon, sehingga senyawa ini juga dipakai sebagai unit penyusun konjugat glikosida yang terfungsionalisasi.

Di Indonesia, Helicin banyak digunakan laboratorium biokimia, mikrobiologi, farmasi bahan alam, dan bioteknologi enzim di universitas serta lembaga penelitian, terutama untuk menguji aktivitas glukosidase dari isolat mikroba lokal maupun ekstrak tumbuhan. Kemasan 1 g dan 5 g memadai untuk menyiapkan banyak seri larutan uji, kurva standar, dan pengulangan pengukuran yang menjadi ciri khas pekerjaan enzimologi.

  • Uji aktivitas beta-glukosidase: hidrolisis Helicin melepaskan salisilaldehida yang mudah dikuantifikasi, sehingga aktivitas enzim dapat diukur secara sederhana dan terulang.
  • Skrining enzim mikroba: senyawa ini dipakai untuk menapis kemampuan isolat bakteri maupun kapang dalam menguraikan glikosida fenolik pada penelitian bioprospeksi.
  • Standar analitik glikosida: strukturnya yang jelas menjadikannya senyawa pembanding pada analisis kromatografi ekstrak tumbuhan yang mengandung glikosida fenolik.
  • Studi kimia karbohidrat: Helicin menjadi model untuk mempelajari stabilitas ikatan glikosidik beta serta pengaruh pH dan suhu terhadap laju hidrolisisnya.
  • Sintesis konjugat glikosida: gugus aldehida aromatiknya dapat diderivatisasi menjadi imina atau hidrazon, memungkinkan penggabungan dengan molekul pelacak maupun pembawa.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 618-65-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran produsen

Simpan Helicin dalam wadah tertutup rapat pada tempat sejuk dan kering sesuai anjuran produsen, jauh dari kelembapan tinggi, asam kuat, dan paparan panas yang dapat memicu hidrolisis ikatan glikosidik secara perlahan. Karena bahan ini bersifat higroskopis pada kondisi ruang yang lembap, gunakan wadah asli atau botol kaca bertutup rapat dan simpan bersama bahan pengering bila perlu. Biarkan wadah dingin mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan. Larutan kerja sebaiknya dibuat segar sebelum pengujian. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, serta jas laboratorium selama penimbangan dan pelarutan.

  • (1998). Crepis species as a new source of isosalicin, helicin and sesquiterpenoids. European Journal of Pharmaceutical Sciences doi:10.1016/s0928-0987(98)91517-2
  • Sun dkk. (2024). Synthesis of rhodamine-helicin fluorescent probe for colorimetric detection of Cu2+ and fluorescent recognition of Fe3+. Sensors International doi:10.1016/j.sintl.2024.100282
  • Kumari dkk. (2015). Enantio sensing property of helicin, the derivative of a natural product: Discrimination of amines and amino alcohols. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2015.07.023

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.