4-Formylphenyl beta-D-Allopyranoside adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian bidang kimia biologi dan glikosains. Senyawa ini memiliki struktur kompleks yang terdiri dari gugus fenil yang diperlakukan dengan formaldehida dan gugus glikosida. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam studi struktur dan fungsi glikan. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini juga digunakan dalam penelitian tentang interaksi molekuler dan modifikasi kimia.
Karakteristik utama dari 4-Formylphenyl beta-D-Allopyranoside adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang melibatkan gugus aldehida dan glikosida. Senyawa ini memiliki stabilitas yang cukup baik dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Karena sifat reaktivanya, senyawa ini memerlukan pengendalian yang ketat dalam penyimpanan dan penggunaan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian untuk studi glikosains dan kimia biologi. Senyawa ini juga menjadi bagian dari penelitian terapan seperti pengembangan obat dan modifikasi biokimia.
- Penelitian tentang struktur dan fungsi glikan dalam sistem biologis
- Sintesis senyawa kompleks yang melibatkan reaksi glikosidik
- Pengembangan bahan kimia untuk studi interaksi molekuler
- Modifikasi kimia untuk penelitian biomedis dan farmakologi
- Uji aktivitas biologis senyawa glikosidik dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 80154-34-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan dingin |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan di tempat yang sejuk serta kering. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia disarankan untuk mencegah kontaminasi. Karena sifat reaktivanya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah paparan tidak terkendali.
—

