Stearonitrile dari TCI, yang juga dikenal sebagai oktadekananitril, adalah nitril alifatik dengan rantai karbon panjang yang jenuh. Senyawa ini tergolong building block non-heterosiklik. Di laboratorium, Stearonitrile berperan sebagai bahan antara dalam sintesis senyawa nitrogen rantai panjang. Contohnya adalah amina lemak melalui reduksi, serta amida atau asam karboksilat melalui hidrolisis. Turunan-turunan tersebut menjadi bahan dasar surfaktan kationik, agen antistatik, dan inhibitor korosi.
Stearonitrile dipilih karena gugus nitrilnya merupakan pegangan sintetis yang serbaguna. Gugus ini dapat diubah menjadi amina primer, amida, asam, atau keton melalui reaksi yang sudah mapan dalam kimia organik. Rantai C18 yang jenuh membuat produk turunannya sangat hidrofobik dan berperilaku seperti surfaktan bila diberi gugus kepala polar. Senyawa ini juga relatif stabil dalam penyimpanan normal. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g sesuai untuk eksplorasi rute sintesis maupun optimasi reaksi.
Di Indonesia, Stearonitrile relevan bagi laboratorium kimia organik dan oleokimia yang mengembangkan turunan bernitrogen dari asam lemak sawit, misalnya amina lemak untuk surfaktan dan pelunak kain. Bahan ini juga berguna untuk riset inhibitor korosi di sektor minyak dan gas, serta untuk penelitian nanomaterial yang memerlukan ligan rantai panjang.
- Sintesis amina lemak: Stearonitrile direduksi menjadi stearilamina yang menjadi bahan dasar surfaktan kationik, agen antistatik, dan pelunak tekstil dalam riset oleokimia.
- Hidrolisis menjadi amida atau asam: gugus nitril dapat dihidrolisis secara terkendali untuk menghasilkan stearamida atau asam stearat sebagai bagian dari kajian mekanisme reaksi.
- Riset inhibitor korosi: turunan amina rantai panjang dari bahan ini dikaji kemampuannya membentuk lapisan pelindung hidrofobik pada permukaan logam dalam lingkungan korosif.
- Senyawa model nitril alifatik: Stearonitrile dipakai untuk mempelajari reaktivitas, spektroskopi IR gugus nitril, dan sifat fisik nitril berantai panjang.
- Pembuatan ligan nanomaterial: amina turunan Stearonitrile berfungsi sebagai ligan penstabil permukaan dalam sintesis nanopartikel dan kristal nano koloid.
| Merek | TCI (kode produk S0085) |
|---|---|
| Nomor CAS | 638-65-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | lihat label dan SDS produk untuk keterangan bentuk fisik |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Simpan Stearonitrile dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari asam kuat, basa kuat, reduktor kuat, dan bahan pengoksidasi. Seperti senyawa nitril lain, hindari kontak dengan kulit dan mata, serta jangan menghirup debu atau uapnya. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia dan kacamata pelindung, lalu bekerjalah di lemari asam. Baca SDS dengan teliti sebelum digunakan, dan buang limbah sesuai ketentuan limbah kimia berbahaya.
- Teixeira dkk. (2006). Phase behaviour of stearic acid–stearonitrile mixtures. Chemistry and Physics of Lipids doi:10.1016/j.chemphyslip.2006.09.001
- Xie dkk. (1999). Selective hydrogenation of stearonitrile over Ni–B/SiO2 amorphous catalysts in comparison with other Ni-based catalysts. Applied Catalysis A: General doi:10.1016/s0926-860x(99)00243-4
- Huang dkk. (1997). The effect of catalyst pore structure on liquid phase catalysis: Hydrogenation of stearonitrile over ruthenium supported on mesoporous sulfated zirconia. Applied Catalysis A: General doi:10.1016/s0926-860x(97)00150-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

