Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 15086-94-9

Tetrabromofluorescein, CAS 15086-94-9, TCI T0035

Tetrabromofluorescein, CAS 15086-94-9, TCI T0035

Identitas Kimia

No. CAS
15086-94-9
PubChem
CID 44630486·SID 87576055
Rumus molekul
C20H8Br4O5
Berat molekul
647.9 g/mol
Kemurnian
>95.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2',4',5',7'-tetrabromo-6'-hydroxyspiro[2-benzofuran-3,9'-9aH-xanthene]-1,3'-dione
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C(=O)OC23C4C=C(C(=O)C(=C4OC5=C(C(=C(C=C35)Br)O)Br)Br)Br
InChIKey
QNBVLRSDRBOZKN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Rp 1.094.100,00 Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Tetrabromofluorescein adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi analisis dan sintesis di laboratorium. Bahan ini memiliki sifat fluoresensi yang kuat, sehingga sering dimanfaatkan sebagai indikator atau bahan aktif dalam reaksi kimia tertentu. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu dalam proses fotokatalisis dan reaksi kimia yang memerlukan pengaruh cahaya.

Tetrabromofluorescein memiliki karakteristik yang membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia. Senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu, memiliki daya tahan terhadap reaksi kimia yang tidak diinginkan, dan memiliki warna yang jelas yang memudahkan pengamatan visual. Selain itu, senyawa ini juga memperlihatkan respons yang baik terhadap cahaya, sehingga cocok untuk aplikasi yang melibatkan fotokatalisis.

Di laboratorium Indonesia, Tetrabromofluorescein digunakan dalam penelitian kimia terutama di bidang fotokatalisis dan analisis kuantitatif. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, lingkungan, dan industri yang memerlukan analisis kimia yang akurat dan efisien. Karena sifatnya yang stabil dan responsif, senyawa ini menjadi bahan yang sangat diminati untuk berbagai eksperimen dan penelitian.

  • Fotokatalisis dalam reaksi kimia yang memerlukan energi cahaya untuk mempercepat proses.
  • Analisis kuantitatif dalam penelitian kimia untuk mengukur konsentrasi senyawa tertentu.
  • Pengujian sifat fluoresensi dalam eksperimen optik dan sensor kimia.
  • Sintesis senyawa organik yang memerlukan reaksi yang dipicu oleh cahaya.
  • Penggunaan sebagai indikator dalam reaksi kimia yang memerlukan perubahan warna sebagai tanda reaksi.

Merek TCI
Nomor CAS 15086-94-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Photocatalysts [Catalysis]
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik Padatan kristalin
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya langsung dan kelembapan.

Data dari brosur TCI

PC*/PC.-+0.83 V (vs. SCE)
PC.+/PC+0.78 V (vs. SCE)
PC/PC.--1.06 (vs. SCE)
PC.+/PC*-1.11 V (vs. SCE)

Sumber: TCI brochure RR187 (2023-07-21)

Tetrabromofluorescein harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan senyawa ini, seperti plastik atau gelas yang tahan terhadap kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini juga harus dihindari dari paparan panas berlebihan dan jauh dari sumber api. Penggunaan harus dilakukan di area yang terkontrol dan sesuai dengan standar keselamatan laboratorium.

  • Xingru (1997). Flotation-spectrophotometric determination of trace of germanium with isochromatic dye ion-pairs formed by rhodamine 6G and tetrabromofluorescein. Talanta doi:10.1016/s0039-9140(96)02167-4
  • Costantino dkk. (1995). Enumeration of viable Candida albicans blastospores using tetrabromofluorescein (Eosin Y) and flow cytometry. Cytometry doi:10.1002/cyto.990190413
  • Yu-xia dkk. (2004). Spectroscopy behavior of diiodofluorescein and tetrabromofluorescein. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy doi:10.1016/j.saa.2003.12.025

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.