Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 118-75-2

Chloranil, CAS 118-75-2, TCI T0061

Chloranil, CAS 118-75-2, TCI T0061

Identitas Kimia

No. CAS
118-75-2
PubChem
CID 8371·SID 87576080
Rumus molekul
C6Cl4O2
Berat molekul
245.9 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,3,5,6-tetrachlorocyclohexa-2,5-diene-1,4-dione
SMILES
C1(=C(C(=O)C(=C(C1=O)Cl)Cl)Cl)Cl
InChIKey
UGNWTBMOAKPKBL-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 582.750,00
Harga reguler Rp 423.150,00 Harga obral Rp 582.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI T0061 Chloranil adalah kuinon terklorinasi, yaitu 2,3,5,6-tetrakloro-1,4-benzokuinon. Senyawa ini dikenal sebagai oksidator dan penerima elektron dalam sintesis organik. Di laboratorium, kloranil terutama dipakai untuk reaksi dehidrogenasi, misalnya mengubah senyawa siklik yang terhidrogenasi sebagian menjadi senyawa aromatik. Kloranil juga dipakai dalam kimia material dan analitik karena mampu membentuk kompleks transfer muatan yang berwarna dengan donor elektron. Karena itu, senyawa ini termasuk reagen klasik yang tetap relevan.

Kloranil dipilih karena empat atom klor yang menarik elektron menjadikannya penerima elektron yang kuat. Meski begitu, daya oksidasinya lebih lunak daripada kuinon yang lebih reaktif seperti DDQ. Sifat ini memberi selektivitas yang berguna: kloranil cukup kuat untuk aromatisasi banyak substrat tetapi cenderung tidak merusak gugus fungsi yang peka. Produk tereduksinya, yaitu tetraklorohidrokuinon, biasanya mudah dipisahkan. Kemampuannya membentuk kompleks transfer muatan juga dimanfaatkan dalam metode spektrofotometri untuk menentukan senyawa donor elektron seperti amina.

Di Indonesia, kloranil berguna bagi laboratorium sintesis organik, kimia farmasi, dan kimia analitik di perguruan tinggi maupun industri. Kloranil sering dipakai dalam praktik sintesis senyawa heteroaromatik dan dalam pengembangan metode analisis obat berbasis kompleks transfer muatan. Kemasan 25g cocok untuk penelitian dan pengembangan metode, sedangkan kemasan 500g lebih efisien bagi laboratorium yang memakai kloranil sebagai oksidator rutin.

Brosur TCI (PDF)

  • Dehidrogenasi dan aromatisasi: kloranil mengoksidasi senyawa siklik terhidrogenasi sebagian, misalnya dihidropiridin atau sikloheksadiena, menjadi cincin aromatik dengan selektivitas baik.
  • Sintesis heterosiklik aromatik: senyawa ini sering dipakai pada tahap akhir oksidasi pembentukan porfirin, indol, atau heterosiklik lain dari prekursor tereduksi.
  • Analisis spektrofotometri berbasis transfer muatan: kloranil membentuk kompleks berwarna dengan donor elektron seperti amina, sehingga dapat dipakai untuk penetapan kadar obat.
  • Uji kualitatif amina: reaksi warna kloranil dengan amina sekunder atau primer dimanfaatkan dalam uji cepat pemantauan reaksi, termasuk pada sintesis fase padat.
  • Penelitian material organik elektronik: sebagai penerima elektron kuat, kloranil dipelajari dalam kompleks transfer muatan dan material semikonduktor organik.

Dari brosur TCI

  • Reagen pada langkah 2 (p-chloranil, THF) contoh sintesis material radikal stabil

Merek TCI
Nomor CAS 118-75-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Synthetic Reagents > Oxidation [Synthetic Reagents]
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan kristal/serbuk berwarna kekuningan
Penyimpanan tertutup rapat, sejuk, kering, terlindung cahaya, jauh dari bahan pereduksi

Kloranil adalah oksidator dan dapat mengiritasi kulit, mata, serta saluran pernapasan. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya, terpisah dari bahan pereduksi, basa kuat, dan bahan mudah terbakar. Timbang dan tangani di lemari asam untuk menghindari debu. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Kelola limbahnya sebagai limbah organik terhalogenasi sesuai SDS dan peraturan setempat.

  • Moodley dkk. (2021). Degradation of o-Chloranil Using Nanocrystalline-Cellulose/TiO2 Composites via a Solar Photocatalytic Route. South African Journal of Chemistry doi:10.17159/0379-4350/2021/v75a10
  • Tanimura dkk. (2002). Initial-Condition Sensitivity and Nonlinear Relaxation in Photo-Induced Ionic-to-Neutral Phase Transition in Tetrathiafulvalen- p -Chloranil Crystals. Phase Transitions doi:10.1080/01411590290033822
  • Akimoto dkk. (2002). Dynamics of the Photoinduced Ionic-to-Neutral Phase Transition in Tetrathiafulvalene- p -chloranil Studied by Femtosecond Time-resolved Reflection Spectroscopy. Phase Transitions doi:10.1080/01411590290033930

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.