Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 1971-49-9

N-Acetylphthalimide, CAS 1971-49-9, TCI A0108

N-Acetylphthalimide, CAS 1971-49-9, TCI A0108

Identitas Kimia

No. CAS
1971-49-9
PubChem
CID 243267·SID 87561803
Rumus molekul
C10H7NO3
Berat molekul
189.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(N)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-acetylisoindole-1,3-dione
SMILES
CC(=O)N1C(=O)C2=CC=CC=C2C1=O
InChIKey
INZUQGFQRYAKQQ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.776.600,00
Harga reguler Rp 1.257.900,00 Harga obral Rp 1.776.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI A0108 N-Acetylphthalimide adalah senyawa organik dari golongan imida N-asil, yakni turunan ftalimida yang atom nitrogennya mengikat gugus asetil. Di laboratorium, bahan ini dikelompokkan sebagai building block non-heterosiklik, artinya ia dipakai sebagai bahan awal atau pereaksi antara dalam menyusun molekul yang lebih kompleks. Peranannya yang paling lazim dikaitkan dengan transfer gugus asetil dan sintesis turunan nitrogen, sehingga banyak dipertimbangkan oleh peneliti kimia organik sintetik.

Ciri struktural yang membuat senyawa ini menarik adalah ikatan antara nitrogen imida dan gugus asil. Ikatan semacam itu umumnya lebih reaktif dibandingkan amida biasa, sehingga senyawa jenis ini kerap dimanfaatkan sebagai sumber gugus asetil yang relatif terkendali. Kerangka ftalimida yang kaku dan aromatik juga memberi kestabilan struktur serta kemudahan pemantauan reaksi melalui kromatografi lapis tipis maupun spektroskopi. Karena itu, bahan ini cocok untuk perancangan jalur sintesis bertahap yang butuh reagen terdefinisi dengan baik.

Untuk laboratorium di Indonesia, mulai dari laboratorium kimia organik perguruan tinggi, pusat riset, hingga laboratorium pengembangan di industri, kemasan 25 g dari merek TCI ini praktis untuk kegiatan skala riset. Jumlah tersebut cukup untuk beberapa seri percobaan optimasi tanpa harus menyimpan stok besar dalam waktu lama. Bagi mahasiswa pascasarjana yang mengerjakan tesis sintesis, bahan seperti ini membantu memperluas pilihan reagen asetilasi di luar anhidrida asetat atau asetil klorida yang lebih umum.

  • Reagen transfer gugus asetil: struktur imida N-asil membuat senyawa ini dapat dipertimbangkan sebagai sumber asetil dalam reaksi asetilasi nukleofil tertentu secara terkendali.
  • Bahan awal sintesis organik bertahap: sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini dapat dimodifikasi lebih lanjut untuk membangun turunan ftalimida atau molekul target berbasis nitrogen.
  • Studi mekanisme reaksi asilasi: kereaktifan khas ikatan N-asil pada imida menjadikannya model yang berguna untuk mempelajari kecepatan dan selektivitas reaksi substitusi asil.
  • Pengembangan metode sintesis di skala riset: kemasan 25 g memungkinkan peneliti menguji beberapa kondisi pelarut, suhu, dan basa sebelum menentukan prosedur yang paling efisien.
  • Bahan praktikum kimia organik tingkat lanjut: mahasiswa dapat mengamati sifat imida N-asil dan membandingkannya dengan amida serta anhidrida dalam kegiatan eksperimen terbimbing.

Merek TCI (kode produk A0108)
Nomor CAS 1971-49-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik mengikuti keterangan pada label dan lembar data dari produsen
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauhkan dari kelembapan

Simpan N-Acetylphthalimide dalam botol asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas serta bahan pengoksidasi kuat. Karena imida N-asil pada umumnya dapat bereaksi dengan air atau nukleofil lain, hindari paparan kelembapan berkepanjangan dan tutup kembali wadah segera setelah penimbangan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di lemari asam bila berpotensi menghasilkan debu. Hindari kontak dengan kulit dan mata, dan jangan menghirup serbuk. Selalu rujuk lembar data keselamatan (SDS) dari produsen sebelum penggunaan, serta buang sisa bahan sesuai prosedur limbah kimia laboratorium Anda.

—