2-Acetylcyclohexanone adalah senyawa organik yang digunakan secara luas dalam sintesis kimia, terutama dalam pembuatan senyawa kompleks dan turunan sikloheksanon. Bahan ini memiliki struktur dasar sikloheksanon yang diperkaya dengan grup asetil, sehingga memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis seperti reduksi, hidrolisis, dan reaksi nucleofilik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa aromatik, obat-obatan, dan bahan kimia industri.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Acetylcyclohexanone menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai reaksi sintesis. Bahan ini memiliki titik didih yang cukup tinggi, sehingga memungkinkan proses pemanasan yang terkendali. Selain itu, senyawa ini tidak mudah terdegradasi dalam kondisi laboratorium yang biasa, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan berulang.
Di laboratorium Indonesia, 2-Acetylcyclohexanone digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium universitas, lembaga penelitian, dan industri farmasi, terutama untuk pengembangan senyawa baru dan modifikasi senyawa yang sudah ada.
Brosur TCI (PDF)
- Ligands 2025-12-01 · hal. 18
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa aromatik kompleks yang memerlukan reaktivitas kontrol
- Pembuatan bahan kimia industri seperti pelarut dan bahan baku obat
- Pengembangan senyawa farmakologis melalui reaksi substitusi dan reduksi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa sikloheksanon dalam berbagai kondisi kimia
- Pemrosesan bahan kimia dalam industri kimia dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 874-23-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas |
2-Acetylcyclohexanone harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat mudah menguap, sehingga wadah harus terkunci dan disimpan di area yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Penggunaan harus dilakukan di dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan tidak memiliki sumber api atau bahan kimia yang bersifat oksidatif.
- Iglesias (2005). Tautomerization of 2-acetylcyclohexanone in assemblies of cationic surfactants. New Journal of Chemistry doi:10.1039/b415219k
- Iglesias (2003). Nitrosation of 2-Acetylcyclohexanone. 2. Reaction in Water in the Absence and Presence of Cyclodextrins. The Journal of Organic Chemistry doi:10.1021/jo026630w
- Blanco dkk. (1998). Rate constants and equilibria of monochelate formation of iron(III) with 2-acetylcyclohexanone. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions doi:10.1039/a800521d
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
