2-Acetylbenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang kompleks, terdiri dari gugus asam karboksilat dan gugus akrilat yang memberikan sifat reaktif dan fungsi spesifik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik, 2-Acetylbenzoic Acid menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi seperti esterifikasi, hidrolisis, dan reaksi substitusi. Bahan ini juga memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, sehingga memungkinkan sintesis senyawa kompleks dengan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa yang bekerja dalam bidang kimia organik. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian dan pengembangan senyawa baru, serta dalam pendidikan untuk memahami mekanisme reaksi kimia.
- Dalam sintesis senyawa farmakologis, 2-Acetylbenzoic Acid digunakan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
- Bahan ini cocok untuk reaksi esterifikasi karena kemampuannya untuk berikatan dengan alkohol dan membentuk ester yang stabil.
- Dalam penelitian material, 2-Acetylbenzoic Acid digunakan sebagai komponen dalam pembuatan polimer dengan sifat tertentu.
- Senyawa ini sering digunakan dalam analisis kimia untuk memperkaya struktur molekul dalam reaksi substitusi.
- Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan senyawa pewarna karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 577-56-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan |
2-Acetylbenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari paparan berlebihan dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat reaktif. Di laboratorium, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- MAO dkk. (1990). ChemInform Abstract: Reaction of Amino Acids with o‐Acetylbenzoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199045165
- Mao dkk. (1990). Reaction of amino acids with o-acetylbenzoic acid. Journal of the Chemical Society, Chemical Communications doi:10.1039/c39900000679
- Liu dkk. (2026). Lanthanide Complexes With 4‐Acetylbenzoic Acid and 1,10‐Phenanthroline: Synthesis, Structural Characterization, Thermal Decomposition, and Fluorescence Properties. Applied Organometallic Chemistry doi:10.1002/aoc.70600
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








