Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 63968-64-9

Artemisinin, CAS 63968-64-9, TCI A2118

Artemisinin, CAS 63968-64-9, TCI A2118

Identitas Kimia

No. CAS
63968-64-9
PubChem
CID 452191·SID 87560451
Rumus molekul
C15H22O5
Berat molekul
282.33 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(4S,5R,8S,9R,12S,13R)-1,5,9-trimethyl-11,14,15,16-tetraoxatetracyclo[10.3.1.04,13.08,13]hexadecan-10-one
SMILES
C[C@@H]1CC[C@H]2[C@H](C(=O)O[C@H]3[C@@]24[C@H]1CCC(O3)(OO4)C)C
InChIKey
BLUAFEHZUWYNDE-DCJAHCNHSA-N
Harga reguler Rp 1.192.800,00
Harga reguler Rp 849.450,00 Harga obral Rp 1.192.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Artemisinin adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Bahan ini merupakan salah satu komponen utama dari obat anti-malaria yang sangat efektif, sehingga sering digunakan dalam studi tentang mekanisme kerja obat dan pengembangan terapi baru. Artemisinin memiliki struktur molekuler kompleks yang membuatnya menarik untuk analisis kimia dan sintesis organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk uji aktivitas biologis, penelitian tentang penghambatan parasit, serta pengembangan obat baru.

Artemisinin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap oksidasi dan cahaya. Karena sifat ini, senyawa ini harus disimpan dengan hati-hati untuk mempertahankan kualitasnya. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemurniannya yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk penelitian yang membutuhkan bahan baku berkualitas tinggi. Selain itu, Artemisinin juga mudah larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam berbagai eksperimen.

Di laboratorium di Indonesia, Artemisinin sering digunakan dalam penelitian tentang penyakit menular, terutama malaria. Bahan ini juga menjadi bahan penting dalam program penelitian yang bertujuan mengembangkan obat baru atau memperbaiki efektivitas pengobatan. Dengan adanya produk ini, para peneliti di Indonesia dapat memperoleh bahan baku yang berkualitas dan sesuai standar internasional, sehingga mempercepat proses riset dan pengembangan.

  • Uji aktivitas anti-malaria untuk pengembangan obat baru
  • Penelitian tentang mekanisme kerja senyawa anti-parasit
  • Sintesis senyawa turunan artemisinin dalam bidang farmakologi
  • Analisis kimia untuk menentukan kandungan dan kemurnian bahan baku
  • Eksperimen biokimia terkait reaksi oksidasi dan reduksi

Dari brosur TCI

  • Obat antimalaria

Merek TCI
Nomor CAS 63968-64-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan oksidator

Artemisinin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil dan kering sangat disarankan. Saat mengambil atau menggunakan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Karena sifatnya yang mudah larut dalam pelarut organik, pastikan wadah tidak bocor dan selalu ditutup rapat setelah digunakan.

  • Moles dkk. (2008). A theoretical study on the decomposition mechanism of artemisinin. Tetrahedron doi:10.1016/j.tet.2008.07.086
  • Schwartz dkk. (2016). Artemisinin-based combination therapy (ACT) versus atovaquone-proguanil: do not choose between but, rather, combine them. Evidence Based Medicine doi:10.1136/ebmed-2015-110183
  • Jing dkk. (2009). Abscisic acid (ABA) treatment increases artemisinin content in Artemisia annua by enhancing the expression of genes in artemisinin biosynthetic pathway. Biologia doi:10.2478/s11756-009-0040-8

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.