Dihydroartemisinic acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan obat, terutama dalam bidang farmakologi dan farmasi. Senyawa ini merupakan salah satu komponen penting dalam sintesis artemisinin, yang merupakan obat anti-malaria yang sangat efektif. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun molekul obat baru, terutama dalam penelitian tentang pengembangan obat yang lebih efektif dan aman. Dihydroartemisinic acid memiliki struktur kimia yang kompleks, sehingga memerlukan proses sintesis yang presisi dan akurat.
Dihydroartemisinic acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Karena sifat ini, senyawa ini harus disimpan dengan hati-hati untuk menjaga kualitas dan keakuratan hasil penelitian. Ketersediaannya dalam bentuk padat memudahkan penggunaan dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Keberadaannya dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan peneliti untuk memilih sesuai kebutuhan eksperimen.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Dihydroartemisinic acid digunakan secara luas oleh peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian farmakologi, farmasi, dan kimia medis. Dengan adanya bahan ini, peneliti Indonesia dapat berkontribusi dalam pengembangan obat baru yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
- Dalam penelitian sintesis artemisinin, senyawa ini menjadi bahan baku utama untuk membangun struktur molekul obat anti-malaria.
- Dalam pengembangan obat baru, bahan ini digunakan sebagai komponen kunci dalam desain molekul yang memiliki aktivitas biologis tinggi.
- Bahan ini cocok untuk eksperimen farmakologi karena memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat diubah menjadi senyawa aktif melalui reaksi kimia tertentu.
- Dalam penelitian tentang mekanisme kerja obat, Dihydroartemisinic acid digunakan untuk mempelajari interaksi molekul dalam tubuh.
- Bahan ini juga digunakan dalam uji kelayakan sintesis obat, karena kemampuannya untuk menjadi bahan baku yang dapat diubah menjadi senyawa aktif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 85031-59-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents > Building Blocks for Pharmaceutical Ingredients (for Research and Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Dihydroartemisinic acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan di tempat yang kering serta sejuk. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus dilengkapi dengan penutup yang kedap udara. Penyimpanan dalam suhu ruangan yang stabil akan membantu menjaga kualitas dan konsistensi senyawa ini. Dalam penggunaan, peneliti harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan bahan.
- Varela dkk. (2019). Synthesis of [3,3-2H2]-Dihydroartemisinic Acid to Measure the Rate of Nonenzymatic Conversion of Dihydroartemisinic Acid to Artemisinin. Journal of Natural Products doi:10.1021/acs.jnatprod.9b00686
- Chen dkk. (2017). Multienzyme Biosynthesis of Dihydroartemisinic Acid. Molecules doi:10.3390/molecules22091422
- Sy dkk. (2002). The mechanism of the spontaneous autoxidation of dihydroartemisinic acid. Tetrahedron doi:10.1016/s0040-4020(01)01193-0
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
