1-Allylisatin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa kompleks dengan struktur cincin. Sebagai building block, 1-Allylisatin memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
Senyawa ini memiliki struktur kimia yang unik dengan gugus alil dan cincin isatin yang memberikan sifat reaktivitas tinggi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi, kondensasi, dan reaksi siklik. Karena sifatnya yang stabil dalam kondisi tertentu, bahan ini mudah digunakan dan cocok untuk berbagai eksperimen kimia.
Di laboratorium di Indonesia, 1-Allylisatin sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh para peneliti yang bekerja dalam bidang sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini juga relevan untuk pendidikan tinggi, di mana mahasiswa belajar tentang reaksi kimia dan penggunaan bahan dasar dalam pembuatan senyawa kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian farmasi
- Pengembangan bahan baru dalam bidang material kimia
- Eksperimen kimia organik untuk pendidikan tinggi
- Reaksi substitusi dan kondensasi dalam laboratorium kimia
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 830-74-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
1-Allylisatin harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Wadah penyimpanan yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Di laboratorium, bahan ini harus ditempatkan di area yang terkendali dan hanya diakses oleh personel yang terlatih.
- Ukrainets dkk. (2010). ChemInform Abstract: 4‐Hydroxy‐2‐quinolones. Part 170. Synthesis and Bromination of N‐Allylisatin.. ChemInform doi:10.1002/chin.201029132
- Mahida dkk. (2016). Removal of some most hazardous cationic dyes using novel poly (NIPAAm/AA/N-allylisatin) nanohydrogel. Arabian Journal of Chemistry doi:10.1016/j.arabjc.2014.05.016
- Ukrainets dkk. (2009). 4-hydroxy-2-quinolones 170*. synthesis and bromination of N-allylisatin. Chemistry of Heterocyclic Compounds doi:10.1007/s10593-010-0413-5
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.





