Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 608-05-9

5-Methylisatin TCI M1703

5-Methylisatin TCI M1703

Identitas Kimia

No. CAS
608-05-9
PubChem
CID 11840·SID 87558127
Rumus molekul
C9H7NO2
Berat molekul
161.16 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-methyl-1H-indole-2,3-dione
SMILES
CC1=CC2=C(C=C1)NC(=O)C2=O
InChIKey
VAJCSPZKMVQIAP-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.140.300,00
Harga reguler Rp 812.700,00 Harga obral Rp 1.140.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1703 5-Methylisatin adalah turunan isatin yang membawa gugus metil pada posisi lima cincin aromatik. Isatin sendiri merupakan indolin-2,3-dion, yaitu kerangka indol yang mengandung dua gugus karbonil berdampingan, dan kerangka inilah yang menjadikannya salah satu building block heterosiklik paling produktif dalam kimia organik. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai bahan awal untuk membangun berbagai sistem heterosiklik melalui reaksi yang sudah sangat mapan, mulai dari kondensasi pada gugus keton posisi tiga hingga perluasan cincin yang mengubah kerangka isatin menjadi kuinolin.

Sifat yang membuat 5-Methylisatin banyak dipilih adalah keberadaan dua pusat karbonil dengan reaktivitas yang berbeda. Karbonil keton pada posisi tiga jauh lebih elektrofilik dan menjadi sasaran serangan nukleofil, sedangkan karbonil amida pada posisi dua lebih tenang, sehingga peneliti dapat memperoleh selektivitas yang baik tanpa perlu strategi perlindungan yang rumit. Gugus N-H memungkinkan alkilasi atau asilasi untuk menghasilkan variasi pada nitrogen, dan substituen metil pada posisi lima memberi perbedaan elektronik serta lipofilik yang berguna dalam kajian hubungan struktur dan aktivitas. Isatin umumnya berupa padatan berwarna yang stabil dan mudah dimurnikan dengan rekristalisasi.

Di laboratorium Indonesia, isatin tersubstitusi sangat populer pada riset sintesis spirooksindol, senyawa antikonvulsan, antimikroba, dan antikanker, serta pada pembuatan basa Schiff yang kemudian dikompleks dengan ion logam. Reaksi Pfitzinger dan kondensasi isatin dengan berbagai nukleofil dapat dikerjakan dengan peralatan gelas standar, sehingga sangat cocok untuk kapasitas laboratorium universitas di Tanah Air. Kemasan 5 g dan 25 g menyesuaikan kebutuhan riset tunggal maupun proyek berkelanjutan.

  • Sintesis spirooksindol melalui reaksi adisi dan sikloadisi pada karbonil posisi tiga, karena keton tersebut sangat elektrofilik sehingga membentuk pusat spiro dengan efisiensi tinggi.
  • Pembentukan basa Schiff dan ligan untuk kompleks logam, sebab kondensasi karbonil isatin dengan amina primer atau hidrazida berlangsung mudah dan menghasilkan ligan yang stabil.
  • Reaksi Pfitzinger untuk memperoleh turunan asam kuinolin-4-karboksilat, karena kerangka isatin membuka cincin dalam suasana basa lalu menutup kembali menjadi sistem kuinolin.
  • Sintesis senyawa kandidat antimikroba dan antikanker berbasis oksindol, sebab motif oksindol tersubstitusi banyak dilaporkan memiliki aktivitas biologis dalam berbagai publikasi riset farmasi.
  • Kajian hubungan struktur dan aktivitas pada seri turunan isatin, karena substituen metil pada posisi lima memberi pembanding elektronik dan lipofilik terhadap isatin yang tidak tersubstitusi.

Merek TCI
Nomor CAS 608-05-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristal berwarna (turunan isatin)
Penyimpanan ikuti anjuran penyimpanan pada label dan lembar data produsen

Simpan bahan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung agar warna dan kemurniannya tetap terjaga selama masa simpan. Kemasan asli dari produsen atau botol kaca gelap dengan tutup berulir sudah memadai untuk kondisi penyimpanan laboratorium yang normal. Hindari kelembapan berlebih karena serbuk dapat menggumpal dan menyulitkan penimbangan yang teliti. Jauhkan dari basa kuat, oksidator kuat, dan amina, karena ketiganya dapat bereaksi langsung dengan gugus karbonil isatin. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menimbang, serta bekerja di ruang berventilasi baik atau lemari asam.

  • Islam dkk. (2001). ChemInform Abstract: Synthesis of 5‐Spiro(5′‐methylisatin)‐4‐acetyl‐2‐ (acetylamino)‐Δ2‐1,3,4‐thiadiazoline and 5‐Spiro(5′‐methylisatin)‐4‐acetyl‐2‐ (5′‐methylisatin‐3′‐hydrazino)‐Δ2‐1,3,4‐thiadiazoline.. ChemInform doi:10.1002/chin.200127130
  • Sword dkk. (2013). A Novel Organic Electron Donor Derived from N-Methylisatin*. Australian Journal of Chemistry doi:10.1071/ch12480
  • Sharma dkk. (2020). Synthesis and Characterization of 2-Aminobenzothiazol and 1-Methylisatin Co-Сrystal. Crystallography Reports doi:10.1134/s1063774520070172

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.