4-Aminocyclohexanone Hydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan ikatan nitrogen atau struktur siklik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat fleksibel dan dapat diubah menjadi berbagai senyawa lain melalui reaksi substitusi atau reduksi.
Karakteristik utama dari 4-Aminocyclohexanone Hydrochloride adalah keberadaan gugus amina yang aktif dan struktur sikliknya yang stabil. Sifat ini memungkinkan senyawa ini untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik, reaksi penggantian, atau reaksi oksidasi. Keberadaan klorida hidroksida juga memberikan sifat kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaan dalam laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini sangat relevan untuk penelitian di bidang kimia organik, farmakologi, dan sintesis senyawa aktif biologis. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan senyawa ini sebagai bahan dasar dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat baru atau senyawa kimia dengan aktivitas biologis tertentu.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan gugus amina aktif
- Reaksi penggantian dalam pembentukan senyawa heterosiklik
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur molekul
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia
- Uji katalis dalam reaksi kimia dengan substrat organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 675112-40-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
4-Aminocyclohexanone Hydrochloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Senyawa ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya disimpan di area yang terkontrol dan hanya digunakan oleh personel yang terlatih. Penggunaan harus dilakukan di bawah ventilasi yang memadai untuk mengurangi risiko paparan uap.
—
