N-Butylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis molekul kompleks. Bahan ini memiliki struktur amina yang dapat berfungsi sebagai donor elektron dalam reaksi substitusi atau reaksi pembentukan ikatan baru. Di laboratorium, N-Butylaniline sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik, obat-obatan, dan bahan kimia industri. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi.
N-Butylaniline memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai reagen seperti asam, basa, dan oksidator. Senyawa ini juga memiliki aroma khas yang bisa memengaruhi lingkungan laboratorium. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia, termasuk reaksi nucleofili dan elektrofilik. Dengan sifat ini, N-Butylaniline menjadi bahan yang sangat penting dalam penelitian kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, N-Butylaniline digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa kompleks dan modifikasi molekul. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian farmasi dan industri kimia, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi sintesis yang kompleks. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini memerlukan penggunaan yang hati-hati dan pengendalian lingkungan laboratorium yang tepat.
Produk TCI terkait
- 3,5-Di-tert-butylaniline, CAS 2380-36-1, TCI D2515
- TCI D0222 613-29-6 N,N-Dibutylaniline
- 4-Bromo-N,N-dibutylaniline, CAS 53358-54-6, TCI B6216
- N-(4-Methoxy-2-hydroxybenzylidene)-4-butylaniline, CAS 30633-94-4, TCI B0250
- N-(4-Methoxybenzylidene)-4-butylaniline, CAS 26227-73-6, TCI M0275
- 4'-Ethoxybenzylidene-4-butylaniline, CAS 29743-08-6, TCI E0262
- Pembuatan senyawa heterosiklik dalam sintesis organik
- Reaksi substitusi pada rantai karbon untuk menghasilkan senyawa baru
- Modifikasi molekul dalam penelitian farmasi dan obat-obatan
- Sintesis bahan kimia industri seperti polimer dan bahan pelarut
- Eksperimen kimia untuk mempelajari reaktivitas amina dalam berbagai kondisi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1126-78-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
N-Butylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber panas dan paparan udara. Bahan ini sangat reaktif terhadap oksidator dan asam, sehingga harus disimpan terpisah dari bahan kimia lain yang bersifat oksidatif. Penggunaan harus dilakukan di lingkungan laboratorium yang terkontrol, dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan ventilasi cukup untuk menghindari akumulasi uap, yang dapat berdampak pada kesehatan dan keselamatan.
- Rim dkk. (2017). Mutagenicities of 4-butylaniline and N-butylaniline determined by a bacterial reverse mutation (Ames) assay. Toxicology and Environmental Health Sciences doi:10.1007/s13530-017-0309-1
- Ye dkk. (1995). Electrochemistry of poly(aniline-co-N-butylaniline) copolymer: Comparison with polyaniline and poly(N-butylaniline). Journal of Electroanalytical Chemistry doi:10.1016/0022-0728(95)03686-b
- Li (2014). Synthesis of 3-tert-butylaniline by Using Hydrodechlorination Technology. Advanced Materials Research doi:10.4028/www.scientific.net/amr.1051.125
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
