N,N-Dibutylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini termasuk dalam kategori bahan dasar kimia yang sering digunakan dalam laboratorium untuk membangun struktur molekuler baru. Dalam proses sintesis, N,N-Dibutylaniline berfungsi sebagai donor elektron dan juga sebagai bahan bantu dalam reaksi substitusi. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering dipilih untuk berbagai aplikasi seperti pembuatan obat, bahan kimia industri, dan senyawa organik.
N,N-Dibutylaniline memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap oksidasi dan reaksi dengan bahan kimia lain. Senyawa ini memiliki aroma khas yang dapat terdeteksi pada konsentrasi rendah, sehingga membutuhkan penanganan yang hati-hati. Keberadaan gugus amina pada molekul ini membuatnya sangat reaktif terhadap berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik dan elektrofilik.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, N,N-Dibutylaniline digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam universitas dan lembaga riset. Bahan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, kimia makanan, dan industri. Karena tingkat keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi, senyawa ini tetap menjadi pilihan utama di berbagai laboratorium yang memerlukan bahan kimia berbasis amina.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur amina
- Reaksi substitusi untuk pembuatan senyawa heterosiklik
- Pembuatan obat-obatan dengan struktur molekuler yang kompleks
- Penelitian dalam bidang farmakologi dan kimia medisinal
- Pengembangan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan pelapis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 613-29-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N,N-Dibutylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan oksidator. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan sarung tangan dan masker respirator untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Wadah penyimpanan harus terlindungi dari cahaya matahari langsung dan jauh dari bahan kimia lain yang bersifat oksidatif. Penanganan yang hati-hati sangat penting untuk mencegah risiko kebocoran atau reaksi yang tidak diinginkan.
- Geniès dkk. (1991). Electrochemical oxidation of 2,5-dibutylaniline in NH4F,2.35HF medium. Electrochimica Acta doi:10.1016/0013-4686(91)85281-b
- Zheng dkk. (2014). Fluorescence response of pyridinyl- and/or dibutylaniline-capped 2,6,9,10-tetravinylanthracenes to metal ions. Dyes and Pigments doi:10.1016/j.dyepig.2013.09.037
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
