2-Bromo-9-fluorenone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, dengan cincin fluoren dan gugus bromo yang memberikan sifat reaktif dan spesifik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks. Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Bromo-9-fluorenone menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Senyawa ini juga memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi berlangsung dengan efisiensi tinggi dan hasil yang konsisten. Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa farmakologis dan bahan kimia industri. Peneliti dan mahasiswa sering memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan baku dengan sifat spesifik dan presisi tinggi.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorenes and Fluorenones 2026-04-15 · hal. 8
- Building Blocks for Organic Semiconductor 2026-03-24 · hal. 13
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi bromo untuk modifikasi struktur molekuler
- Penelitian kimia organik dalam bidang farmakologi dan bahan kimia
- Eksperimen kimia untuk menguji reaktivitas senyawa kompleks
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3096-56-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Saat mengambil atau mengolah bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi risiko paparan.
—








