2-Bromo-3-pentanone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang sederhana namun sangat penting dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun struktur kimia yang lebih kompleks, baik dalam penelitian senyawa baru maupun dalam pengembangan produk farmasi dan bahan kimia industri.
Karena struktur molekulnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 2-Bromo-3-pentanone menjadi pilihan yang sangat baik dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga mudah digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Selain itu, senyawa ini relatif mudah ditemukan dan tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, menjadikannya pilihan yang praktis untuk peneliti dan laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi, material, dan analisis kimia. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di banyak institusi penelitian dan industri.
- Sintesis senyawa organik kompleks untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi bromo dalam pembuatan senyawa aromatik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa karbonil dalam kondisi berbeda
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia dan material
- Analisis struktur molekul menggunakan teknik spektroskopi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 815-52-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
2-Bromo-3-pentanone harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber cahaya serta panas untuk mencegah degradasi. Karena bersifat kimia yang aktif, senyawa ini harus disimpan dalam lingkungan yang sejuk dan kering. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia sangat disarankan. Di laboratorium, senyawa ini harus dihindari dari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta harus digunakan dalam area yang terkontrol.
—








