Chitosan adalah senyawa biopolimer yang berasal dari kerang dan kepiting, memiliki struktur karbohidrat yang unik dan banyak digunakan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Produk ini merupakan Chitosan dengan nomor CAS 9012-76-4, yang memiliki viskositas antara 5-20 mPa.s pada konsentrasi 0.5% dalam asam asetat 0.5% pada suhu 20°C. Chitosan memiliki sifat biodegradable, tidak beracun, dan dapat larut dalam larutan asam, sehingga sangat cocok untuk berbagai eksperimen kimia dan biologi. Dalam laboratorium, Chitosan sering digunakan untuk penelitian terkait biomedis, farmasi, dan material biodegradable.
Chitosan memiliki karakteristik seperti viskositas yang stabil, kemampuan untuk membentuk gel, dan sifat antimikroba yang baik. Konsistensi viskositas yang terukur membuatnya ideal untuk aplikasi yang memerlukan kontrol kekentalan, seperti pembuatan suspensi, emulsi, atau pelapis. Selain itu, Chitosan juga memiliki kemampuan untuk mengikat ion logam dan memiliki aktivitas antioksidan, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian biokimia dan lingkungan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Chitosan digunakan untuk penelitian di bidang farmasi, biomedis, dan lingkungan. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan Chitosan sebagai bahan dasar untuk pengembangan produk baru, seperti pelapis medis, bahan pengemas biodegradable, dan bahan untuk penelitian terkait bioteknologi.
- Chitosan digunakan dalam penelitian biomedis untuk pembuatan pelapis dan bahan pengemas biodegradable karena sifatnya yang ramah lingkungan dan biocompatibel.
- Chitosan cocok untuk eksperimen kimia yang memerlukan kontrol viskositas karena konsistensinya yang stabil dalam berbagai kondisi larutan.
- Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bioteknologi untuk pembuatan bahan aktif biologis seperti enzim dan protein.
- Chitosan juga digunakan dalam bidang lingkungan untuk penelitian pengolahan limbah dan adsorpsi ion logam karena kemampuannya untuk mengikat ion.
- Dalam bidang farmasi, Chitosan digunakan untuk pembuatan tablet dan kapsul karena sifatnya yang tidak beracun dan dapat larut dalam asam.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9012-76-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan tinggi. |
Chitosan harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan yang dapat mengubah sifat fisiknya. Sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Saat mengambil dan menggunakan, pastikan tangan bersih dan berhati-hati untuk mencegah kontaminasi. Chitosan bersifat tidak beracun, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu dihandle dengan hati-hati dalam laboratorium.
—


