5-Carboxyfluorescein Diacetate (CFDA) adalah senyawa fluoresen yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi biokimia dan biomedis di laboratorium. Bahan ini berfungsi sebagai indikator fluoresen yang dapat diaktifkan oleh enzim atau reaksi kimia tertentu, sehingga memungkinkan deteksi dan analisis secara visual atau menggunakan alat pemantau fluoresensi. CFDA sering digunakan dalam studi metabolisme sel, pengujian aktivitas enzim, dan pemantauan proses biologis dalam lingkungan in vitro. CFDA memiliki sifat fluoresen yang sangat stabil dan sensitif terhadap perubahan lingkungan kimia, seperti pH atau keberadaan enzim tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan respons cepat terhadap perubahan biologis. Selain itu, senyawa ini memiliki kestabilan kimia yang baik, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Di laboratorium Indonesia, CFDA digunakan dalam penelitian di berbagai bidang, seperti biologi molekuler, farmakologi, dan mikrobiologi. Bahan ini sangat relevan untuk institusi penelitian yang sedang mengembangkan metode baru dalam analisis seluler dan proses biologis. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan peneliti dalam mengakses bahan yang diperlukan untuk eksperimen mereka.
- Deteksi aktivitas enzim dalam reaksi kimia biologis karena sensitivitas fluoresensinya terhadap perubahan lingkungan.
- Analisis metabolisme sel menggunakan teknik pemantau fluoresensi untuk mengamati proses biologis secara real-time.
- Pengujian pH dan konsentrasi ion dalam larutan dengan metode fluoresensi yang akurat dan cepat.
- Penelitian tentang reaksi biokimia dalam lingkungan in vitro untuk memahami mekanisme fisiologis.
- Pemantauan proses aktivasi seluler dalam eksperimen biomedis yang memerlukan indikator visual yang sensitif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 79955-27-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Fluorescent Probes, Fluorescent Labels, Fluorescent Stains |
| Ukuran kemasan | 50mg, 200mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
CFDA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan suhu tinggi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap perlu dihindari kontak dengan bahan kimia berbahaya seperti asam atau basa kuat. Selama penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup untuk mencegah penyerapan kelembapan atau kontaminasi. Dalam penggunaan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk meminimalkan risiko paparan langsung.
- Hoefel dkk. (2003). A comparative study of carboxyfluorescein diacetate and carboxyfluorescein diacetate succinimidyl ester as indicators of bacterial activity. Journal of Microbiological Methods doi:10.1016/s0167-7012(02)00207-5
- Farinacci (2007). Improved apoptosis detection in ovine neutrophils by annexin V and carboxyfluorescein diacetate staining. Cytotechnology doi:10.1007/s10616-007-9086-z
- Quah dkk. (2010). The Use of Carboxyfluorescein Diacetate Succinimidyl Ester (CFSE) to Monitor Lymphocyte Proliferation. Journal of Visualized Experiments doi:10.3791/2259
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
