(2S,3R)-2-Chloro-1-phenylethanol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis asimetris untuk membangun struktur molekul kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kontrol stereokimia, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis organik. Sebagai chiral building block, senyawa ini menjadi bahan dasar untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis spesifik. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan produk dengan sifat stereospesifik, yang sangat penting dalam pengembangan obat dan bahan kimia industri.
Bahan ini memiliki struktur molekul yang kompleks dengan kelompok fenil dan kloro yang memberikan sifat reaktif dan spesifik. Keunikan dari senyawa ini terletak pada kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi asimetris, seperti reaksi Michael atau reaksi SN2, yang memungkinkan pembentukan produk dengan konfigurasi tertentu. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang memerlukan presisi dalam pengendalian stereokimia.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti dan industri farmasi untuk pengembangan senyawa baru dengan aktivitas spesifik. Karena kebutuhan akan senyawa chiral yang berkualitas tinggi, produk ini menjadi pilihan utama dalam penelitian dan pengembangan produk kimia di berbagai institusi penelitian dan industri di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan kontrol stereokimia
- Pengembangan obat dengan aktivitas spesifik pada target enzim tertentu
- Penelitian tentang reaksi kimia asimetris dalam bidang organik
- Pembuatan bahan kimia industri dengan struktur molekul kompleks
- Uji kinerja senyawa chiral dalam proses pemisahan isomer
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 70111-05-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya, produk ini perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan memastikan stabilitas senyawa hingga masa berlaku. Dalam laboratorium, senyawa ini harus ditempatkan di area yang terpisah dari bahan kimia yang bersifat reaktif atau korosif untuk mencegah risiko kecelakaan.
—


