2-Chloro-1-phenylethanol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pembuatan senyawa kompleks yang memiliki struktur fenil dan gugus kloro. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku atau building block yang sangat penting dalam proses pembuatan senyawa aromatik dan turunannya.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan oksidasi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa baru. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati dan pengendalian lingkungan reaksi yang tepat.
Di laboratorium Indonesia, 2-Chloro-1-phenylethanol digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam pengembangan obat, bahan kimia industri, dan senyawa analitik. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian di berbagai institusi ilmiah dan industri di Indonesia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks yang memerlukan struktur fenil dan gugus kloro
- Reaksi substitusi pada posisi fenil untuk menghasilkan senyawa dengan sifat tertentu
- Pengembangan senyawa obat yang memerlukan struktur fenil dan substituen kloro
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa dengan gugus kloro dalam lingkungan reaksi tertentu
- Analisis kimia untuk mengidentifikasi senyawa dengan struktur tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1674-30-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2-Chloro-1-phenylethanol harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber panas dan cahaya matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penyimpanan yang tepat akan memastikan stabilitas bahan dan mengurangi risiko reaksi yang tidak diinginkan.
—
