2,2-Diphenylethan-1-ol adalah senyawa organik yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks lainnya. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan struktur rantai karbon dengan substitusi fenil pada kedua ujungnya. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk reaksi organik lainnya.
Bahan ini memiliki karakteristik kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memudahkan proses sintesis dalam kondisi tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam reaksi substitusi, oksidasi, dan reduksi. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis organik dan analisis kimia. Karena keberadaannya yang relatif mudah diperoleh dan ketersediaan informasi teknis yang lengkap, senyawa ini menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian obat
- Pengujian reaktivitas dalam reaksi substitusi nukleofilik
- Pembuatan bahan baku untuk produksi bahan kimia industri
- Eksperimen kimia organik untuk pendidikan tingkat universitas
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1883-32-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Karena merupakan senyawa organik, harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Penggunaan masker dan sarung tangan dianjurkan saat menangani bahan ini. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Kopczynski dkk. (2001). ChemInform Abstract: Isoquinoline Syntheses via Δ2‐Oxazolines. Part 8. Cyclization of 2‐Acetamido‐1,2‐diphenylethan‐1‐ol Derivatives into Isoquinolines Systems.. ChemInform doi:10.1002/chin.200150133
- Sharghi dkk. (2017). Five-membered N-Heterocycles Synthesis Catalyzed by Nano-silica Supported Copper(II)–2-imino-1,2-diphenylethan-1-ol Complex. Catalysis Letters doi:10.1007/s10562-017-2173-7
- Rosini dkk. (1990). Enantioselective alkylation of prochiral aldehydes by diethylzinc promoted by (S,S)-1,2-diphenylethan-1,2-diol. Tetrahedron: Asymmetry doi:10.1016/0957-4166(90)80007-l
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
